Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

PBB: Lebih dari 306 Ribu Warga Sipil Suriah Tewas Sejak 2011

Selasa 28 Jun 2022 16:35 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Kantor hak asasi manusia PBB pada Selasa (28/6/2022) melaporkan sebanyak 306.887 warga sipil telah tewas di Suriah selama konflik sejak Maret 2011.

Kantor hak asasi manusia PBB pada Selasa (28/6/2022) melaporkan sebanyak 306.887 warga sipil telah tewas di Suriah selama konflik sejak Maret 2011.

Foto: AP/Matthias Schrader
Sebanyak 306.887 warga sipil telah tewas di Suriah selama konflik sejak Maret 2011.

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS - Kantor hak asasi manusia PBB pada Selasa (28/6/2022) melaporkan sebanyak 306.887 warga sipil telah tewas di Suriah selama konflik sejak Maret 2011. Ini adalah perkiraan tertinggi PBB di negara yang didera konflik itu.

 

"Analisis ini akan memberikan rasa yang lebih jelas tentang tingkat keparahan dan skala konflik," ujar Kepala HAM PBB Michelle Bachelet, Selasa.

Ia menambahkan bahwa korban tewas termasuk mereka yang tewas sebagai akibat langsung dari operasi perang dan bukan mereka yang meninggal karena kurangnya perawatan kesehatan atau akses ke makanan atau air bersih.

"Angka korban terkait konflik dalam laporan ini bukan sekadar kumpulan angka abstrak, tetapi mewakili individu manusia. Dampak dari pembunuhan masing-masing dari 306.887 warga sipil ini akan memiliki dampak yang mendalam dan bergema pada keluarga dan komunitas tempat mereka berasal," kata Bachelet.

Laporan tersebut mencatat bahwa, tingkat korban sipil dalam 10 tahun terakhir mewakili 1,5 persen yang mengejutkan dari total populasi Republik Arab Suriah pada awal konflik. Hal ini meningkatkan keprihatinan serius atas kegagalan pihak-pihak dalam konflik untuk menghormati norma-norma hukum humaniter internasional tentang perlindungan warga sipil

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile