oleh:Dessy Suciati Saputri/reuters -- Tak disangka, pelaku bom bunuh diri di Suriah yang diyakini warga Amerika Serikat merupakan seorang pemuda yang disukai banyak orang.
Pemuda tersebut bernama Moner Mohammad Abu-Salha, berusia 22 tahun, dan menjadi warga Amerika pertama yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Suriah.
Seperti di kutip reuters, sabtu(31/5) Abu-Salha diketahui lahir di Florida dan dikenal sangat gemar bermain basket. Ia juga dinilai sebagai siswa biasa yang berasal dari lingkungan kelas menengah di selatan Orlando.
Menurut Holly Gorman yang mengelola Indian River Warriors, tim bola basket Abu Salha, pemuda tersebut disukai oleh para pelatih dan tim bermainnya. Mereka bahkan memberi nama panggilan khusus kepadanya, yakni “Mo”.
Meskipun ia jarang mengikuti pertandingan dan tak pernah menyetak angka lebih dari tiga atau empat poin pada musim 2007 lalu, Abu-Salha dinilai merupakan seorang anak yang dapat dengan mudah dilatih.
“Ia mudah dilatih dan rajin berlatih. Ia mengenakan kaos dengan nomor punggung 55. Semua orang menyukainya dan pelatih tetap membiarkannya berada di dalam tim karena dia sangat baik,” katanya.
Selain itu, keluarganya menolak untuk berkomentar atau sekadar membuka pintu rumah mereka kepada para wartawan yang tengah menunggu di depan rumah mereka.
Namun, menurut tetangganya, Mark Hill (46), keluarga Abu-Salha merupakan orang yang baik. Ia menambahkan keluarga Abu-Salha saat itu pindah pada 2006 silam.
Hill pun mengatakan Abu-Salha merupakan seorang anak yang biasa-biasa saja yang sering mengenakan kaos dan berjalan di sekitar tetangganya sambil membawa bola basket mencari teman bermain.
Keluarganya memiliki toko kelontong Timur Tengah dan sering kali meninggalkan garasinya terbuka. Selain itu, menurut para pengusaha yang kenal dengan keluarga tersebut, mereka merupakan keluarga keturunan Yordania-Palestina.
Sebelum serangan bom bunuh diri terjadi, Pemerintah AS mengetahui bahwa Abu-Salha telah bepergian ke Suriah untuk bergabung dengan para militan. Selain itu, pejabat AS juga meyakini sebanyak 70 warga Amerika lainnya telah pergi ke Suriah ikut bertempur.
Abu-Salha yang menggunakan nama pena Abu Hurayra al-Amriki ini telah membawa satu dari empat bom dalam sebuah serangan pada 25 Mei lalu di Provinsi Idlib, Suriah.
Ia tergabung dalam kelompok Jabhat al-Nusra yang bertempur untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.
Berdasarkan akta kelahirannya, Abu-Salha memiliki nama asli Moner Mohammad Abusalha dan lahir pada 28 Oktober 1991 di Palm Beach. Menurut para gurunya, ia merupakan seorang siswa yang susah untuk berkonsentrasi. Namun, ia dikenal cukup aktif dan berusaha keras di kelasnya.
Direktur Dewan urusan hubungan Amerika-Islam Florida (CAIR) mengaku tak mengetahui sosok pemuda tersebut. “Sangat menyedihkan mengetahui terdapat pemuda Amerika yang mau memilih mengorbankan kehidupannya dengan cara seperti ini. Tidak ada pembenaran atas aksi serangan bom ini. Ini tidak dapat diterima,” katanya. ed: teguh firmansyah