Ahad 28 Sep 2014 18:55 WIB
Arsitektur

Taman Gaya Islam Jannat Al Arif

Red: operator

Taman bergaya Moor tertua yang masih terpelihara itu terinspirasi konsep taman firdaus dalam Alquran.

Jannat Al Arif berarti Istana Sang Arsitek. Namun, orang Barat lebih mengenalnya sebagai Generalife Garden. Kendati terpisah, Jannat Al Arif seolah satu paket dengan Istana Alhambra di Spanyol.

Jannat Al Arif terletak di lereng Cerro del Sol alias Bukit Matahari. Dari bukit itu kita bisa menikmati pemandangan lengkap kota Granada dan lembah Sungai Genil dan Darro. Taman ini berikut istananya adalah istana musim panas dan tanah tempat para raja Granada bersantai dari tugas rutin di istana. Mereka berasal dari dinasti Nasrid di Andalusia.

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto:gardenhistorymatters.com

Istana dan taman Jannat Al Arif dibangun pada era Muhammad III (1302-1309) dan didekorasi ulang tak lama setelah Abu I Walid Ismail (1313-1324). Kompleks ini terdiri atas Patio dela Acequia (halaman istana air), ada kolam panjang yang dibingkai tanaman berbunga penutup tanah, air mancur, pilar-pilar, dan paviliun-pavilin dan Taman Sultan atau Halaman Pepohonan Cemara. Jannat Al Arif dianggap sebagai taman nomor wahid yang terbaik dalam mempertahankan gaya taman Persia abad pertengahan di Andalusia. Taman ini adalah satu taman gaya Moor tertua yang masih tersisa.

Dalam bentuk aslinya, istana Jannat Al Arif disambungkan ke Alhambra oleh jalan tertutup. Jalan itu menyeberangi lembah yang kini memisahkan kedua bangunan itu. Taman ini bukan satu taman yang solid, melainkan terpecah-pecah posisinya. Taman-taman yang kini bisa kita kunjungi dikonstruksi ulang mulai 1931 dan dirampungkan Francisco Prieto Moreno pada 1951.

Meskipun sangat dekat dengan Alhambra dan hubungan dekat antara kedua kompleks, taman ini dianggap di luar kota. Pemberontakan melawan Muhammad V bahkan pecah di Alhambra ketika sang raja berada di taman.Kini, taman terbentuk oleh dua kelompok bangun an yang dihubungkan Patio dela Acequia.

Jalan yang menghubungkan dua tempat itu diberi paving gaya Granada tradisional dengan mozaik batu-batuan. Semua bahan digunakan dari alam sekitar. Batu putih diambil dari Sungai Darro dan yang hitam dari Sungai Genil.  berbagai sumber , ed: nina chairani

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement