Selasa 01 Jul 2014 13:00 WIB

Berpacu Membaca Alquran

Red:

JAKARTA — Ramadhan memacu umat Islam berlomba menjalankan ibadah. Termasuk, membaca hingga mendalami ayat-ayat Alquran. Sejumlah komunitas, seperti One Day One Juz (ODOJ), Darul Quran dan serta Quranic Generation (Q-Gen) memfasilitas geliat ini.

Komunitas ODOJ membaca Alquran secara berjamaah. Mereka terbagi dalam kelompok yang setiap kelompoknya beranggotakan 30 orang. Setiap orang mesti membaca sebanyak satu juz per hari secara bergiliran.

Satu di antara mereka ditunjuk sebagi administrator yang mengoordinasikan kelompoknya agar berhasil mengkhatamkan Alquran. Koordinasi dilakukan melalui dunia maya dengan menggunakan aplikasi WhatsApp atau Blackberry Messenger (BBM).

Kepala Bidang Promosi dan Humas ODOJ Sigit Kamseno mengatakan, Ramadhan memang terkesan menjadi ajang festival amal ibadah. "Masyarakat antusias berpuasa dan melengkapinya dengan ibadah, seperti shalat dan membaca Alquran," katanya, Senin (30/6).

Semangat inilah yang dimanfaatkan anggota ODOJ dalam membaca Alquran. Menurutnya, membaca kitab suci terasa menyenangkan karena dilakukan berjamaah. Meskipun, itu berlangsung melalui dunia maya.

Sigit mengatakan, pada Ramadhan tahun ini ODOJ juga melakukan road show serta seminar tentang Alquran. "Pada intinya, kita tetap bersemangat mendekatkan masyarakat kepada Alquran," ujarnya. Program lainnya, yaitu pembibitan 100 penghafal Alquran.

Program ini akan dirilis pada 19 Juli 2014 mendatang. Sekaligus tilawah sepuluh jam sepuluh juz bersama 10 ribu anggota ODOJ. Dalam pelaksanaannya, ODOJ bekerja sama dengan Rumah Quran yang berbasis di kawasan Depok, Jawa Barat.

Ketua Umum Q-Gen Toni Heryanto yang sering disapa dengan nama Abu Khansa mengajak anggotanya merenungi Alquran. "Kami menjalankan program tahsin Alquran harian menjelang berbuka puasa," katanya. Selain itu, ada tadabur Alquran mingguan.

Anggota Q-Gen yang kebanyakan berusia 15 hingga 20 tahun diajak menggali makna ayat, mencari hikmah, dan intisari setiap surah. Tujuan utamanya, yaitu perubahan pola pikir dan perilaku. Ada beberapa tahapan dalam kegiatan yang dipandu seorang ustaz tersebut.

Pertama, ustaz memperdengarkan ayat. Selanjutnya, mentahsin atau menekankan cara dan hukum bacaan Alquran. Kemudian, ustaz menerjemahkan ayat demi ayat, dihafal, dan merenungkan arti ayat tersebut. Juz terakhir dalam Alquran menjadi awal.

Dari mulai an-Nas sampai an-Naba. "Sekarang posisinya sudah di surah al-Alaq," ujar Toni. Ia menuturkan, pembahasan ayat di Q-Gen belum mencapai tingkat advance.

Gayanya tentu disesuaikan dengan kondisi anggotanya yang mayoritas merupakan remaja.

Ia mencontohkan, anggota Q-Gen mengetahui maksud surah An-Nas, latar belakang turunnya, serta pesan-pesan secara umum. Melalui surah ini, mereka tahu itu membahas tentang perlindungan dan Allah merupakan Rabb dan Illah.

Bila mengaitkannya dengan kekinian, mereka tak menduakan Allah dan berlindung selain kepada-Nya. "Jadi, mereka tak mengidolakan pemain sepak bola atau artis secara berlebihan." Menurut Toni, Q-Gen selama ini bekerja sama dengan sekolah-sekolah.

Selain itu, Ramadhan tahun 2014, Daarul Quran melakukan serangkaian dakwah yang berkaitan dengan Alquran. Salah satunya, Indonesia Menyimak Quran (IMQ) di Kompleks Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

General Manager Marketing Ritel and Coorporate Daarul Quran M Zuzali mengatakan, IMQ berlangsung serentak selama tiga hari di beberapa kota lainnya. Yakni, Bandung, Bogor, Cirebon, Surabaya, Malang, Semarang, Yogyakarta, Lampung, dan Makassar.

Dalam IMQ, jamaah mendengarkan dan menyimak Alquran. Dengan demikian, mereka mengetahui bacaan yang benar. Sejumlah ustaz hadir untuk membangkitkan semangat jamaah selalu membaca Alquran. "Termasuk, menuntaskan membaca kitab suci tersebut selama Ramadhan." Zuzali mengatakan, semua program Daarul Quran mendorong umat Islam kembali ke Alquran.rep:c78 ed: ferry kisihandi

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement