REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Ribuan penerbangan di wilayah timur laut Amerika Serikat dibatalkan. Badai salju yang terjadi di wilayah tersebut membuat otoritas bandara membatalkan jadwal penerbangan pada Kamis (2/1) sore dan malam waktu setempat.
Pejabat di Bandara Internasional Logan mengungkapkan, seperempat penerbangan di bandara itu dibatalkan akibat badai salju. Direktur Penerbangan dari Massport, Ed Freni, mengatakan dua landas pacu tetap dibuka. Bandara juga tetap beroperasi.
Badai salju telah membatalkan hampir 2.500 penerbangan yang melintas di Amerika Serikat dan 7.000 penerbangan lainnya tertunda. Bandara Internasional Newark Liberty dan Bandara Internasional Chicago O’Hare terkena dampak terburuk badai salju.
Tiga bandara utama di New York bersiap-siap untuk mengakomodasi wisatawan yang penerbangannya dibatalkan. Thomas Bosco, pejabat pada otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey, di Bandara New York La Guardia, telah menyiapkan peralatan tidur di masing-masing bandara untuk para penumpang.
Di Massachusetts, badai salju mencapai ketebalan hingga 53 cm. Badai ini terus bergerak ke arah timur Negara Bagian Midwestern. Gubernur New York dan New Jersey telah menyatakan status darurat dan meminta warganya tetap tinggal di dalam rumah.
Di Kanada, temperatur bahkan turun hingga minus 26 derajat Celsius, yakni di wilayah Montreal dan Winnipeg. Menurut ahli meteorologi Kanada, Bernard Duguay, suhu di Quebec tercatat minus 46 derajat Celsius pada Kamis. Badai salju diprediksi semakin memburuk pada Kamis malam hingga Jumat pagi.
Petugas pada Badan Cuaca AS, Jason Tuell, mengungkapkan, angin dan salju akan sering terjadi. "Kami khawatir kondisi malam ini dengan angin kencang dan salju yang turun," katanya.
Berdasarkan catatan National Weather Service pada Kamis malam, salju setebal 53 cm terjadi di Boxford, utara Boston. Kondisi ini juga terjadi di wilayah Massachusetts dan New York. Beberapa negara bagian di Vermont, New Hampshire, dan Maine juga bernasib serupa. Sebelumnya, badai es juga menerjang wilayah tersebut hingga menyebabkan padamnya aliran listrik.
Pejabat yang menangani cuaca setempat telah mengeluarkan peringatan di wilayah Long Island New York. Beberapa sekolah telah diliburkan pada Jumat karena adanya badai. Gubernur New York Andrew Cuomo telah memperingatkan para pelaju yang menuju ke New York untuk meninggalkan kendaraan mereka di rumah. "Kita sedang mengalami kondisi yang serius," ujar Cuomo.
Sedangkan, Gubernur Massachusetts Deval Patrick mengatakan kepada para pegawai pemerintahan untuk pulang pukul 15.00 waktu setempat karena dinginnya cuaca. Warga juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah. "Hindari kegiatan-kegiatan di luar karena suhu yang sangat berbahaya," katanya.
Kecelakaan antara truk dan bus terjadi di Indiana dan menewaskan satu orang serta menyebabkan puluhan lainnya terluka. Kecelakaan ini disebabkan oleh jalan yang tertutup salju. Badai salju menjadi ujian bagi awal pemerintahan Wali Kota New York yang baru, Bill de Blasio, yang dilantik pada Rabu. "Jika Anda tidak ada keperluan untuk pergi, jangan pergi," katanya. n dessy suciati saputri/ap/reuters ed: nur hasan murtiaji
Berita-berita lain bisa dibaca di harian Republika. Terima kasih.