Senin 16 Jun 2014 16:29 WIB
samba 2014

Kutukan Super Mario di Amazon

Red:

MANAUS - Sebelum gelaran Piala Dunia 2014, Mario Balotelli sempat sesumbar, Inggris tidak akan bisa mengalahkan Italia pada laga pembuka grup D. Mantan penyerang Manchester City itu pun membuktikan janjinya sekaligus mengantarkan Gli Azzurri menghentikan perlawanan the Three Lions 2-1, Ahad (15/6) dini hari WIB.

Cerita soal panasnya suhu dan tingginya kelembapan udara di Stadion Arena Amazonia, Manaus, seolah luntur usai kedua tim tampil cukup menghibur. Dalam laga pertama di kawasan Hutan Hujan Amazon itu, Italia tampil cukup tenang. Sementara, Inggris, dengan dukungan sejumlah pemain muda, bermain dengan penuh semangat dan enerjik. Beberapa kali, Inggris justru mampu mengancam gawang Italia yang dikawal Salvatore Sirigu, lewat skema serangan balik.

Namun, Italia yang akhirnya mampu membuka keunggulan. Lewat tendangan mendatar, gelandang Juventus, Claudio Marchisio, sukses menaklukkan kiper Inggris, Joe Hart, pada menit ke-35. Meski begitu, dua menit berselang, Inggris mampu menyamakan kedudukan melalui gol Daniel Sturridge. Tapi, aksi Balotelli pada menit ke-50 mengakhiri segalanya buat Inggris. Gol sundulan dari sudut sempit penyerang AC Milan itu, seusai memanfaatkan umpan lambung Antonio Candreva, memastikan kemenangan Gli Azzurri pada laga perdana mereka di Brasil 2014.

Keberhasilan ini, kata pelatih Italia, Cesare Prandelli, tidak terlepas dari persiapan matang mereka di pusat latihan di Corveciano. Kebugaran fisik Italia, lanjut Prandelli, jauh lebih bagus ketimbang para penggawa Inggris. "Kamu dapat melihat perbedaan besar antara kedua tim, memasuki babak kedua, banyak pemain mereka yang mengalami kram, tapi tidak para pemain kami. Kami memang sedikit kesulitan, tapi kami berusaha melakukan sesuatu yang lebih dibanding lawan-lawan kami," kata Prandelli di ESPN.

Sementara, secara taktik, Prandelli mengaku sengaja menurunkan trio, Andrea Pirlo, Marco Veratti, dan Danielle De Rossi sekaligus, demi bisa menguasai ruang di lini tengah. Taktik ini terbukti manjur. Lini tengah Inggris, yang digalang Steven Gerrard dan Jordan Henderson, tidak mampu mengungguli kualitas dan kreativitas para penggawa Italia di lapangan tengah.

Namun, Prandelli mengakui, Inggris telah banyak berubah. Jika pada masa lalu, Inggris dikenal sebagai tim yang lebih mengandalkan umpan-umpan panjang, tapi kini mereka lebih sering bermain operan-operan pendek.

"Mereka telah benar-benar berubah dan saat ini, mereka menjadi salah satu tim kontestan Piala Dunia yang memiliki lini serang paling kuat dan berbahaya. Ini mengapa, saya begitu senang dengan kemenangan yang kami raih ini," lanjut Prandelli di Reuters.

Balotelli mengaku sempat kesulitan dengan kondisi suhu dan kelembapan di wilayah Brasil Utara tersebut. Kendati begitu, bisa mencetak gol pada laga debutnya pada Piala Dunia sudah cukup membuat penyerang keturunan Ghana itu sudah cukup puas, terlebih golnya menjadi gol kemenangan la Nazionale, julukan lain timnas Italia.

Namun, Balotelli mengingatkan, kemenangan ini tidak akan berarti apa-apa jika mereka tidak bisa meraih poin penuh pada laga berikutnya di grup D, saat menghadapi tim asal zona CONCACAF, Kosta Rika, Jumat (20/6) malam WIB. "Laga itu adalah laga yang sulit, iklimnya cukup sulit dan Inggris tampil begitu kuat. Kami selalu menderita, tapi yang terpenting kami bisa menang. Sekarang, kami harus bisa tetap merendah dan fokus ke laga-laga berikutnya,' tutur Balotelli kepada media asal Italia, RAI.

Inggris menangis

Timnas Inggris begitu terpukul atas kekalahan kontra Italia. Inggris put patut menangisi kekalahan atas tim Azzurri. Maklum, ini menjadi kali pertama mereka kalah pada laga pembuka Piala Dunia sejak Meksiko 1986 silam.

Namun, pelatih Inggris, Roy Hodgson, melihat ada setitik aspek positif dari kekalahan tersebut. Penampilan menyerang yang diperagakan the Three Lions menjadi fondasi untuk bisa kembali bangkit pada dua laga terakhir putaran grup, kontra Uruguay dan Kosta Rika. Hal ini didukung dengan adanya sejumlah pemain muda yang menghuni the Three Lions.

"Kami adalah tim yang begitu muda dan sebagian besar anggota tim baru merasakan pengalaman berlaga pada Piala Dunia. Kegagalan kami memanfaatkan sejumlah peluang akan kami perbaiki dengan berjalannya waktu," ujar Hodgson di Reuters.

Bahkan, Hodgson menyebutkan, penampilan ini menjadi peforma terbaik yang pernah ditunjukan timnas Inggris sejak dibesut eks pelatih Liverpool tersebut. rep:reja irfa widodo ed: abdullah sammy

Angka dan Fakta Laga:

3 -- Daniel Sturridge mencetak tiga gol dari empat penampilan terakhirnya bersama timnas Inggris.

15 -- Italia selalu berhasil mencetak gol dalam 15 laga pada ajang Piala Dunia secara beruntun.

2 -- Inggris hanya bisa menang dua kali dari 12 kali kesempatan bertemu dengan Inggris.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement