REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Mantan kuasa hukum Mirdo Rosalina Manulang, Kamarudin Simanjuntak, menduga mantan kliennya itu telah dicuci otaknya oleh pihak keluarga dan atasannya. Sehingga, pengakuan dan keterangan Rosalina berubah-ubah.
“Ya memang, kalau tidak dicuci otaknya lalu apa,” kata Kamarudin saat dihubungi Republika pada Senin (2/5).
Kamarudin sejak awal meminta Rosalina mendapatkan perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Karena jika Rosalina hanya ditahan tanpa mendapatkan perlindungan, maka banyak pihak yang akan mengaturnya.
“Waktu di rumah tahanan saja, saya melihat sendiri bahwa ia diajar-ajari oleh sekelompok orang yang mengaku keluarga dan atasannya,” kata Kamarudin.
Menurutnya, sekelompok orang tersebut mengajari Rosalina untuk menyebutkan bahwa cek yang diduga merupakan suap kepada Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam, itu adalah dana talangan. Selain itu, Rosalina diajari untuk menyebutkan bahwa cek itu masih kosong. Terakhir, Rosalina diajari untuk tidak menyebutkan bahwa atasannya adalah petinggi sebuah partai politik yang tengah berkuasa berinisal MN.
“Kamu sebut saja itu, nanti paling hukumanmu hanya 2-3 bulan saja,” ujar Kamarudin menirukan sekelompok orang itu.