REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mensurvei seberapa jauh pandangan masyarakat terhadap Pancaslia. Hasilnya, 80 persen berpandangan positif melihat Pancasila sebagai sesuatu yang dibutuhkan
Kepala Badan Pusat Statistik, Rusman Heriawan, mengatakan survei dilakukan selama tiga hari pada 27, 28,29 Mei dengan jumlah responden 12 ribu. Responden terdiri dari berbagai golongan, baik tentara, anggota dewan, elit politik sampai petani. "Pokoknya merata, dari Aceh sampai Papua," ujarnya usai bertemu dengan Presiden di kantor Presiden, Selasa (31/5).
Dari survei tersebut umumnya merespon positif. Sebanyak 80 reponden menilai Pancasila masih dibutuhkan. Mereka juga mengetahui tentang Pancasila serta masih sering menyebutnya. Begitupula pilar-pilar kehidupan bernegera dan berbangsa. "Mungkin ini dari banyaknya ketegangan ketegangan," ujar Rusman
Cuma persoalannya mereka berharap ada intensitas Pancasila dalam kurikulum dan pengamalannya. Bagaimana mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, karena mereka merasa kurang selama ini. "Yang paling penting mengemas paket pelajaran Pancasila, bukan dari sisi teori, tetapi memahami nilai dari Pancasila, sebagai insan apa yang yang harus dilakukan, persatuan bangsa apa yang akan dilakukan," paparnya.