Rabu 24 Aug 2011 06:10 WIB

Ada Campur Tangan NATO, Walau Pemberontak Klaim 'Sukses' Kuasai Kamp Qaddafi

Asap mengepul dari bangunan di sekitar kemah Muammar Qaddafi
Foto: AP
Asap mengepul dari bangunan di sekitar kemah Muammar Qaddafi

REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI - Pasukan pemberontak mengklaim telah suskes menguasai kemah atau kamp terbesar milik pimpinan yang ingin mereka gulingkan, Muammar Qaddafi. Namun laporan teranyar menyebut, upaya itu tidak murni akibat perjuangan mereka.

Menurut laporan Al Jazeera, saat pasukan pemberontak berjuang menguasai Bab al-Aziziya, kemah Qaddafi di Tripoli, NATO 'melakukan pengawalan". Koresponden mereka di Tripoli menyatakan kepada Reuters bahwa pasukan NATO mulai membombardir kamp itu saat tentara pemberontak mulai merangsek masuk.

Pertempuran sengit berkecamuk di sekitar kompleks kamp, seorang koresponden Reuters menyatakan. Kolom asap abu-abu mengepul di atas area dan tembakan dan ledakan sesekali terdengar, katanya.

"Kami berharap ini segera berakhir. Aku takut bahwa kekerasan akan terus sampai Qaddafi dan keluarganya telah meninggalkan negara itu," kata salah satu penonton, Omar, seorang insinyur yang menganggur.

Seorang pria yang tidak disebutkan namanya menambahkan: "Qaddafi sudah selesai, walaupun beberapa penembak jitu dan tentara bayaran masih melakukan perlawanan. Tetapi tidak ada keraguan bahwa kita bebas dan era Qaddafi sudah selesai."

Pertempuran saat ini masih terjadi di Hotel Rixos, tempat sebagian besar wartawan asing menginap. Tembakan artileri berat didengar sejak dini hari. Tidak jelas seberapa dekat pertempuran itu tetapi beberapa tampaknya akan melintasi daerah tersebut dan telah mengguncang hotel, seorang wartawan di hotel itu menyatakan.

para Jurnalis telah diberitahu bahwa hotel itu dikelilingi oleh ribuan tentara, katanya.

sumber : Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement