REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Seorang anggota kelompok perlawanan Palestina, Jihad Islami, tewas dalam serangan udara Israel, ketika yang bersangkutan dalam perjalanan menggunakan mobil di Jalur Gaza.
Militer Israel menyatakan serangan udara yang mereka lancarkan telah menewaskan Ismael Al-Asmar, anggota Jihad Islami, di kota perbatasan Rafah, Rabu (24/8). Dan Juru Bicara Layanan Kesehatan Hamas menyatakan serangan Israel itu juga melukai dua orang lainnya.
Sementara itu, gencatan senjata yang ditengahi Mesir, yang seyogianya berlaku sejak Selasa (23/8), di mana militer Israel akan menahan serangan malam hari di sepanjang perbatasan, sedikit koyak.
Gencatan senjata itu diumumkan oleh seorang pejabat senior Hamas—yang telah memerintah Jalur Gaza sejak 2007—setelah kekerasan empat hari yang dipicu oleh penyergapan dekat Eilat, selatan Israel pada Kamis (18/8) di mana delapan orang Israel tewas.
Komite Perlawanan Rakyat Gaza (KPRG), yang mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan roket, mengatakan akan mematuhi perjanjian sementara tersebut. "Untuk sementara kami berhenti menembakkan roket ke Israel sesuai dengan konsensus nasional," kata kelompok itu dalam sebuah konferensi pers di Kota Gaza, lapor AFP.
Ketegangan di Gaza dan sekitarnya meningkat pesat sejak serangan mematikan hari Kamis (18/8) di dekat kota Laut Merah, Eilat. Israel menuding serangan itu dilakukan oleh kelompok bersenjata yang memasuki selatan Israel dari Gaza melalui Mesir. Baik Hamas maupun KPRG membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Tujuh orang penyerang dan lima personel keamanan Mesir tewas ketika tentara Israel memburu kelompok bersenjata itu. Israel juga meluncurkan gelombang serangan udara yang menewaskan 15 orang di Jalur Gaza.