REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Partai Demokrat meminta mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom untuk 'buka mulut' jika mengetahui borok-borok kasus Bank CenturY. Sehingga tidak ada kesan partai Demokrat melindungi Miranda dalam kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur senior itu.
Demikian ditegaskan Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan ketika dihubungi Republika, Ahad (11/12). Menurut Ramadhan Pohan ada asumsi yang dibangun bahwa Demokrat melindungi Miranda. Padahal itu tidak benar karena Partainya itu ingin menuntaskan kasus Century itu secara hukum.
"Kalau Miranda ingin menyenggol kemana-mana silahkan,"tegasnya, Ditegaskannya bahwa Partai Demokrat dan SBY bersih dalam kasus Century. Tidak ada aliran dana mengalir seperti yang sering digembor-gemborkan
Sebelumnya Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sempat dicecar pertanyaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seputar keterlibatan Budi Mulya, Gubernur Bank Indonesia nonaktif, dalam kasus Bank Century pada pertengahan bulan November lalu.
Kasus Century membuncah ke permukaan kala nasabahnya ramai-ramai hendak menarik tabungannya. Dinilai akan berdampak krisis sistemik dengan adanya kasus Century itu, pemerintah kemudian memberikan dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun.
DPR menganggap pemberian dana talangan ini melanggar aturan, sehingga direkomendasikan agar penegak hukum mengusutnya. Beberapa nama yang dianggap Dewan bertanggung jawab adalah Boediono, Wakil Presiden yang waktu itu menjabat Gubernur BI, dan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Komisi Antikorupsi kemudian menindaklanjutinya dengan memintai keterangan berbagai pihak.