Jumat 23 Dec 2011 14:00 WIB

Kisruh Liga Indonesia, Menpora Minta Keputusan FIFA Dihormati

Rep: Teguh Firmansyah/ Red: Chairul Akhmad
IPL dan ISL
IPL dan ISL

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, meminta agar keputusan FIFA atas keberadaan Indonesia Super League (ISL) dihormati.

"FIFA kan menjadi induk PSSI, itu perlu dihormati. Yang penting dilakukan dengan cara yang tepat dan baik," ujarnya, ketika ditemui di sela-sela rapat evaluasi kabinet di Istana Bogor, Jumat (23/12).

Menurut politisi Partai Demokrat itu, semua kompetisi memang harus berada di bawah PSSI. Bisa ISL bergabung dengan Indonesia Primer League (IPL) atau dijadikan satu atap. "Dulu waktu LPI ingin di bawah PSSI, tapi PSSI menolak. Tapi kalau PSSI ingin menaungi dua-duanya bisa bersatu. Yang penting duduk bersama," saran Andi.

Sebelum kepengurusan ini terbentuk, kata Andi, ada komite normalisasi. Seharusnya sudah normal ada satu kompetisi. "Bagaimana pun kompetisi di bawah PSSI, karena FIFA tidak mengakui di luar itu," jelasnya.

Terkait dengan pemain sepakbola nasional Indonesia, sikap pemerintah menurut Andi telah jelas. Tidak ada diskriminasi kepada pemain siapa pun. "Posisi pemerintah sama, timnas non diskriminasi," tegasnya.

Badan sepak bola tertinggi dunia (FIFA) akhirnya mengeluarkan enam ancaman pada persepakbolaan Indonesia lewat surat yang ditandatangani langsung oleh Sekjen FIFA, Jarome Valcke, dan Sekjen AFC, Alex Soosay. Surat yang dikirim via faks berkode SG/tre/nst itu ditujukan langsung pada Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.

Tajuk utama dari surat FIFA tersebut adalah kata final bahwa Indonesia Super League (ISL) adalah liga yang tidak diakui FIFA. Dalam salah satu bagian surat, FIFA bahkan secara tegas menyebut kata breakaway (ilegal) untuk menyebut ISL.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apa yang paling menarik bagi Anda tentang Singapura?

1 of 7
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement