REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV - Israel tidak akan mentolerir serangan terhadap pejabat mereka di luar negeri. Pernyataan itu ditegaskan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman, mengomentari ledakan di dekat kedutaan Israel di New Delhi.
Istri seorang diplomat Israel dikabarkan terluka dalam insiden ini.Selain ledakan di New Delhi, serangan bom yang gagal dilaporkan di Tbilisi, di mana bahan peledak dinetralkan oleh pasukan Georgia.
"Serangan terhadap kedutaan Israel di luar negeri membuktikan Israel dan warga negaranya menghadapi ancaman teror setiap hari, baik fisik dan diplomatik," kata Lieberman dalam menanggapi insiden ini. "Kami tahu persis siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu dan yang merencanakan, dan kami tidak akan menerimanya begitu saja."
Insiden pada hari Senin datang satu hari setelah ulang tahun keempat pembunuhan wakil pemimpin Hizbullah, Imad Mughniyah, sebuah organisasi Islam membunuh diduga dilakukan Israel.