Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

5 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

PNS Palestina Terancam tak Gajian

Kamis 05 Apr 2012 13:51 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Chairul Akhmad

Para pekerja Palestina (ilustrasi).

Para pekerja Palestina (ilustrasi).

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH - Para pegawai yang bekerja di Otoritas Palestina, terancam tidak mendapatkan upah mereka bulan Maret lalu. Demikian dikatakan oleh Kepala Serikat Pekerja Palestina, Bassam Zakarneh, seperti dilansir laman newsnow.co.uk, Kamis (5/5).

Melalui siaran resmi radio Voice of Palestine, Zakarneh mengatakan akan membawa permasalahan ini dan membahasnya dengan Departemen Keuangan.

"Otoritas Palestina sudah melakukan kordinasi dengan negara-negara Arab, dan beberapa bank untuk memecahkan krisis ini," kata Zakarneh.

Pengujung Maret lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) juga sudah beberapa kali mendesak agar negara-negara donor dapat segera memenuhi janji mereka untuk memberikan bantuan keuangan kepada Otoritas Palestina. 

Bantuan keuangan tersebut akan digunakan untuk memberikan upah kepada pekerja, dan memanfaatkannya untuk kegiatan sosial, serta untuk mengatasi krisis di dalam negeri.

Saat ini, Otoritas Palestina sedikitnya mempekerjakan 170. 000 pekerja, yang tersebar di Tepi Barat dan Gaza. Para pegawai tersebut harus digaji oleh pemerintah, walaupun Hamas sudah menggantikan mereka dengan pegawai negeri sipil sendiri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile