Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

 

6 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Keramik Plered Tersaingi Keramik Malang

Senin 21 May 2012 02:11 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Dewi Mardiani

Perajin Keramik Lokal disulitkan dengan keramik impor ilegal.

Perajin Keramik Lokal disulitkan dengan keramik impor ilegal.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Sentra keramik di Kecamatan Plered, mendapat gempuran keramik dari luar. Salah satunya, dari Malang, Jawa Tengah. Keramik tersebut dipajang bersamaan dengan produk lokal. Akibat gempuran ini, para perajin terancam kehilangan hasil produksi. Pasalnya, keramik lokal kalah bersaing dengan keramik luar.

 

H Ade (48 tahun), perajin keramik asal Desa Anjun, Kecamatan Plered, mengatakan, gempuran keramik dari Malang ini sejak dua bulan terakhir. Awalnya, ada sejumlah pembeli yang menanyakan produk lainnya. Karena, di Plered yang ada produk lokal, maka pertanyaan tersebut tak bisa dijawab.

Sejak saat itu, ada sejumlah agen yang membawa keramik dari luar. Salah satunya Malang. "Keramik tersebut dipajang dengan keramik lokal," kata dia, kemarin.

Disebutkan Ade, ada perbedaan yang mencolok antara keramik Plered dan Malang. Yaitu, dari bahan bakunya. Keramik Plered terbuat dari tanah liat. Sedangkan, keramik Malang dari poselen. Dari sisi bahan baku, jelas tanah liat sulit bersaing dengan porselen.

Untuk itu, perlu ada upaya untuk melindungi keramik lokal ini. Pasalnya, sejak diresmikannya Tol Cipularang, geliat perekonimian di sentra Keramik Plered terus menurun. Karena, warga dari Jakarta dan kota lainnya yang hendak menuju Bandung akan menggunakan jalan bebas hambatan tersebut.

Sebelum ada tol, akses utama menuju Bandung yaitu melewati Purwakarta via Plered. Dengan demikian, banyak pengendara yang beristirahan di sekitaran sentra keramik. Sambil istirahat, mereka membeli keramik untuk suvenir atau oleh-oleh.

Dengan begitu, pembangunan tol telah mempersulit pangsa pasar keramik. Saat ini, perekonomian sedang bangkit kembali. Namun, belum sempurna sudah digempur lagi dengan masuknya keramik dari luar kota.

Kondisi ini, harus segera diantisipasi. Jika tidak, keramik Plered akan semakin tersingkirkan. Ibaratnya, asing di rumah sendiri. Salah satu upaya yang dilakukan perajin, yaitu dengan meningkatkan kualitas. Meskipun berbahan tanah liat, kualitas keramik Plered harus sesuai dengan keramik poselen. Selain itu, dari corak dan motif juga harus lebih bervariasi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile