Senin 21 May 2012 16:10 WIB

KY Telaah Kasus Agusrin

Rep: Ahmad Reza Safitri/ Red: Dewi Mardiani
Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman (kiri) bersama Juru Bicara KY Asep Rahmat Fajar (kanan)
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman (kiri) bersama Juru Bicara KY Asep Rahmat Fajar (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Yudisial (KY) mengatakan akan melakukan penelaahan terhadap putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terhadap Gubernur Bengkulu nonaktif, Agusrin M Najamuddin. Dalam upaya tersebut, kata Juru Bicara KY, Asep Rahmat Fajar, pihaknya bergerak untuk mencari data dan informasi, termasuk putusan hakim PTUN untuk dilakukan telaah.

"Kami memang tengah lakukan penelaahan dalam kasus tersebut," kata dia, Senin (25/1). Saat ini, KY masih dalam posisi mengumpulkan data dan informasi.

Kendati KY mengaku belum menerima laporan perihal kasus tersebut, tapi, jelas Asep, sesuai dengan mekanisme yang berlaku, apabila terdapat sebuah kasus yang menarik perhatian publik, maka KY bisa bergerak dengan mengumpulkan data dan informasi demi mendapat kejelasan. "Penelaahan itu kami lakukan sesuai dengan mekanisme yang ada," ungkap Asep.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement