REPUBLIKA.CO.ID, BETHLEHEM -- Striker Tim Nasional Palestina, Mahmoud al-Sarsak (25), adalah salah satu tahanan Palestina yang melancarkan mogok makan di Penjara Israel. Sarsak diberitakan telah malakukan mogok makan selama hampir dua bulan terakhir.
Sarsak bersama salah satu tahanan, Akram al-Rekhawi memulai aksinya sejak 19 Maret silam dan dirawat di klinik penjara Ramle karena penurunan kondisi fisik. Pengacara al-Sarsak, Mohammad Jabarein mengatakan, berat badan kliennya turun daru 65 kg menjadi dibawah 40 kg.
Pasukan Israel menagkap al-Sarsak di perbatasan Erez pada Juli 2009. Sarsak meninggalkan Gaza setelah meneken kontrak dengan Klub Balara di Tepi Barat. Sejak itu otoritas Israel menahan al-Sarsak enam bulan berturut-turut tanpa memberitahu pengacara dan tanpa tuduhan.
Kondisi fisik al-Sarsak menurun dan menderita katarak. Israel menawarkan menjalani operasi dan pengobatan di Jerman. Namun Sarsak menolak kesepakatan itu dan meminta segera dibebaskan tanpa syarat.