REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Komandan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Laksamana Madya TNI Mochamad Jurianto menegaskan Tentara Nasional Indonesia belum akan menggunakan hak pilihnya pada 2014. "Kajian kami, dan telah menjadi keputusan Mabes TNI bahwa pada 2014 TNI tetap netral, tidak menggunakan hak pilih," katanya di Beijing, Rabu.
Jurianto mengatakan kajian dilakukan oleh Sesko TNI sebagai lembaga pendidikan tertinggi di TNI. "Mereka terus melakukan kajian-kajian terkait dengan isu-isu aktual yang berkembang, termasuk tentang hak pilih bagi TNI yang belum akan digunakan pada 2014," tambahnya.
Setelah 2014, katanya, akan dikaji lagi apakah pada pemilu mendatang TNI akan tetap netral atau akan menggunakan hak pilihnya," ujarnya menekankan.
Jurianto mengatakan berdasar kajian yang dilakukan demokratisasi yang baru berkembang 12 tahun di Indonesia belum cukup untuk memberikan pemahaman yang cukup tentang penggunaan hak pilih TNI, baik di kalangan politikus maupun masyarakat. "Dengan kondisi itu dikhawatirkan akan membuat posisi TNI menjadi tidak netral, bahkan mungkin dapat menimbulkan faksi-faksi di tubuh TNI karena telah terlibat dalam kegiatan politik praktis yang penuh kepentingan," tuturnya.
Oleh karena itu, sebelum demokratisasi berjalan matang dan mantap, TNI memutuskan untuk tidak dulu menggunakan hak pilihnya, tegas Jurianto.