Rabu 27 Jun 2012 09:59 WIB

'Lindungi' Rendang, Sumatera Barat Gelar Festival

Rendang
Foto: www.rendangpadangenak.blogspot.com
Rendang

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -Guna 'melindungi' rendang dari pengakuan negara lain, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat menggelar Festival Rendang.

"Rendang salah satu kuliner yang harus dipertahankan oleh masyarakat Sumbar," kata Wakil Gubernur Muslim Kasim di sela-sela menghadiri Festival Rendang yang berlangsung di Padang pada 25 hingga 27 Juni.

Menurutnya, rendang bukan sekedar kreatifitas memasak, akan tetapi lebih sebagai upaya masyarakat Sumatera Barat dalam mengembangkan budaya bangsa.

"Generasi muda juga harus bisa menjiwainya, karena makanan khas Sumbar mempunyai cita rasa tersendiri dan harus diperkenalkan kepada dunia dalam upaya pengembangan budaya bangsa," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Achyaruddin, mengatakan, pemerintah telah mendaftarkan rendang sebagai warisan budaya ke Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

"Makanan tradisional dari Sumbar didaftarkan ke UNESCO pada tahun 2010 dengan nomor registrasi 776," katanya. Dia menambahkan, tidak menjadi persoalan lagi bagi masyarakat Sumbar walaupun Malaysia telah klaim rendang sebagai warisan budaya.

"Kalau ada yang berani mengaku sebagai pemilik warisan budaya yang telah ditetapkan UNESCO, maka negara yang bersangkutan bisa dituntut," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement