REPUBLIKA.CO.ID, YANGON - Bank Sentral Myanmar tak lama lagi meraih kemerdekaan untuk menentukan kebijakan keuangannya. Deputi Gubernur Bank Myanmar, Maung Maung Win, di Yangon, Kamis (28/6) menyatakan perkembangan itu bakal menjadi reformasi ekonomi besar bagi pemerintah yang tengah menarik investor dari luar.
Presiden Thein Sein pernah berikrar untuk menempatkan ekonomi sebagai fokus utama dalam gelombang reformasi pemerintahannya. Pembaharuan ekonomi bakal menyusul serangkaian perubahan politik dramatis di negara itu yang dikuasai junta militer selama berdekade.
Menyangkut reformasi ekonomi, salah satu langkah terbaru pemerintah yang tak biasa, yakni mulai memanajemen kurs tukar mengambang terhadap mata uangnya pada April lalu, dengan tujuan memperbaiki sistem pertukaran demi memfasilitasi perdagangan dan investasi.
Bank sentral yang independen dalam sebuah negara, selalu dipandang sebagai ciri ekonomi modern penganut pasa bebas. Keberadaan lembaga tersebut di Myanmar bisa menjadi pendorong untuk memuluskan kepercayaan ekonomi asing terhadap negara tersebut.