Kamis 23 Aug 2012 22:23 WIB

Human Rights Watch Kecam Kebijakan Bangladesh atas Rohingya

Pengungsi Rohingya
Foto: asiancorrespondent.com
Pengungsi Rohingya

REPUBLIKA.CO.ID, DAKA - Kelompok hak asasi Human Rights Watch pada Kamis (23/8) mengecam pemerintah Bangladesh atas pembatasan terhadap bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingya, yang lari dari penganiayaan serta kekerasan di negara tetangga, Myanmar.

Negara Asia Selatan itu pada bulan lalu memerintahkan tiga badan amal antarbangsa - Dokter Tanpa Perbatasan, Gerakan Melawan Kelaparan dan Bantuan Muslim Inggris- berhenti memberi bantuan kepada Rohingya, karena mungkin mendorong pengungsian.

Bangladesh sudah menampung sekitar 300.000 warga Rohingya dan pasukan perbatasan negara itu mengusir sejumlah kapal pembawa ratusan lagi pengungsi sejak kekerasan aliran pecah di Myanmar pada Juni.

"Pemerintah Bangladesh mencoba membuat keadaan pengungsi Rohingya di Bangladesh begitu mengerikan, sehingga yang lari dari pelanggaran keji di Birma tetap tinggal di negara tetangganya itu," kata direktur kebijakan pengungsi HRW Bill Frelick, mengacu pada nama lama Myanmar. "Itu kebijakan kejam dan tidak manusiawi, yang segera harus diubah," katanya.

Kelompok hak asasi manusia berpusat di New York itu menyatakan Bangladesh menandatangani Perjanjian Antarbangsa tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya, yang melarang negara itu menolak orang di perbatasannya, termasuk pengungsi, jalur ke makanan dan kesehatan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement