Kamis 30 Aug 2012 22:48 WIB

DPR: Polisi Harus Tuntas Selesaikan Konflik Sampang

Red: Hazliansyah
Sejumlah massa menyaksikan puing pemukiman warga Syiah yang dibakar, di Desa Karanggayam, Omben, Sampang, Jawa Timur, Ahad (26/8).
Foto: Antara/Saiful Bahri
Sejumlah massa menyaksikan puing pemukiman warga Syiah yang dibakar, di Desa Karanggayam, Omben, Sampang, Jawa Timur, Ahad (26/8).

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPANG -- Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR, Nudirman Munir, mempertanyakan kinerja polisi sehingga bentrokan antara kelompok Syiah dan anti-Syiah tak terhindarkan dan menimbulkan korban jiwa. Dalam kejadian ini Munir menilai kepolisian lengah.

"Padahal dalam rapat dengar pendapat, Polda mengatakan bahwa di masing-masing desa sudah ada satu orang polisi. Tapi mengapa kasus berdarah di Sampang ini masih terjadi," kata Nudirman Munir di Sampang, Kamis sore.

Memang, kata dia, dari sisi medan, jalan menuju perkampungan warga Syiah cukup sulit karena memiliki jalan yang sempit, terjal dan terletak di daerah perkebunan. Akan tetapi, kondisi itu tidak seharusnya menjadi alasan sehingga konflik berdarah di Sampang terjadi.

Seharusnya, sambung dia, peristiwa konflik Syiah yang pertama harus menjadi perhatian semua pihak, terutama polisi untuk terus memelihari perdamaian di Sampang.