Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

 

17 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Isu Terorisme Dinilai Justru Perburuk Citra Polisi

Selasa 11 Sep 2012 05:52 WIB

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Terorisme (ilustrasi).

Terorisme (ilustrasi).

Foto: peoplefirstindia.org

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Isu terorisme yang belakangan marak bermunculan dinilai semakin memperburuk citra Polri. Kondisi itu dinilai kian menguatkan anggapan Polri semakin lemah. Masyarakat terguncang akibat berita-berita tentang terorisme.

 

"Akibatnya, masyarakat semakin bersikap negatif terhadap Korps Tribrata. Publik menafsirkan, Sudah korup, gagal pula menangkal beranak pinaknya teroris," jelas Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel, kepada Republika, Selasa (11/9).

Dia mengatakan muncul persoalan ketika pelaku teror saat ini mengincar target yang lebih spesifik, yakni aparat, terutama Polri. Apakah publik akan sama semangatnya bergerak melawan aksi-aksi teror?

Ia berpendapat situasi saat ini sengaja dimunculkan guna menyedot kembali perhatian publik pada keberhasilan Polri. Terlebih lagi hal itu dilakukan saat Polri juga tengah jungkir balik dalam kasus korupsi internal, maka yang terjadi adalah efek kontraproduktif.

Baru-baru ini Polri menembak mati dua orang yang diduga teroris, yaitu Farhan dan Mukhsin. Mereka, menurut polisi, adalah eksekutor dari penembakan dan pelemparan granat dengan sasaran Pos Polisi di solo.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile