Jumat 28 Sep 2012 14:30 WIB

Hermawan: FR Pernah Ditahan Polisi

 FR alias Doyok, tersangka kasus pembacokan pelajar SMA di Bulungan
Foto: Istimewa
FR alias Doyok, tersangka kasus pembacokan pelajar SMA di Bulungan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Hermawan mengatakan FR(19), terduga pelaku pembacokan siswa SMAN 6 Alawy Yusianto Putra (15), pernah ditahan tahun 2011 akibat kasus yang sama, sehingga hal tersebut akan mempengaruhi hukum.

"Fitrah pernah ditahan tahun 2011 kasus yang sama, di mana dia tawuran dan dihantam dengan gir, namun pada saat itu antara pelapor dan terlapor melalui komite sekolah didamaikan. Namun ini pasti mempengaruhi hukum," ujar Hermawan di Jakarta, Jumat (28/9).

Hermawan menjelaskan, saat ini dari SMAN 70 baru FR yang diperiksa sebagai pelaku kejahatan pembunuhan pasal 338, serta empat orang yang diduga melindungi FR. "Bantuan hukum sudah ada pengacara," kata Hermawan.

Sebelumnya Hermawan mengatakan terdapat empat orang yang mendampingi FR, saat ditangkap di Yogyakarta, Kamis (27/9).

"Selain Fitrah ada empat orang lainnya di mana kita masih mendalami empat orang ini. Kalau misalnya dia terkait hubungan darah atau keluarga atau sepupu, tentu tidak bisa dikenakan pasal 221 karena hubungan darah tadi," kata Hermawan.

Dia menjelaskan, penjelasan dalam pasal 221 ayat 3, hubungan darah tidak sesuai dengan pasal 221 ayat (1) ke-1. Menurut dia pasal 221 ayat (1) ke-1 menjelaskan setiap orang yang melindungi orang yang telah melakukan perbuatan jahat atau dalam proses pelariannya dilindungi oleh orang itu, maka orang bersangkutan bisa dikenakan sanksi sembilan bulan penjara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement