Selasa 16 Oct 2012 12:09 WIB

Wakapolri Hanya Tersenyum Ditanya Soal Megawati

Rep: Ani Nursalikah/ Red: Didi Purwadi
Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Nanan Sukarna
Foto: Republika
Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Nanan Sukarna

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna masih enggan memberikan 'bocoran' mengenai kendaraan partai yang akan membawanya mencalonkan diri sebagai gubernur Jawa Barat. Dia pun hanya tersenyum ketika ditanya apakah sudah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

PDI Perjuang disebut-sebut akan menjadi kendaraan politik Nanan dalam pemilihan gubernur Jawa Barat. Menanggapi hal tersebut, Nanan memilih bungkam.

Ia juga menolak mengatakan sejauh mana komunikasi politik yang terjalin antara dirinya dengan partai moncong putih itu. Namun, saat didesak apakah ia sudah bertemu dengan Megawati, Nanan hanya tersenyum sambil berlalu.

Pria kelahiran Purwakarta tanggal 30 Juli 1955 itu juga masih malu-malu mengiyakan perihal pasangan politiknya yang disebut-sebut adalah Rieke Diah Pitaloka.

"Itu kan bukan hak saya. Sekali lagi tolong ini, kita serahkan sepenuhnya pada ketua-ketua umum partai untuk menentukan. Doakan saja," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement