Senin 03 Dec 2012 21:17 WIB

Bupati Aceng Penuhi Panggilan Aher

Aceng HM Fikri-Dicky Chandra
Foto: desamodern
Aceng HM Fikri-Dicky Chandra

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bupati Garut, H Aceng M Fikri, akhirnya memenuhi panggilan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, terkait pernikahan siri "kilat"nya selama empat hari dengan seorang gadis berinisial FO (18).

Aceng yang menaiki mobil sedan hitam dengan nomor polisi Z 90 GI datang ke Gedung Negara Pakuan, Jalan Otista Kota Bandung, Senin malam, sekitar 19.45 WIB.

Usai tiba di teras depan Gedung Negara Pakuan, Aceng yang mengenakan peci dan kemeja putih serta celana panjang hitam langsung masuk ke dalam rumah dinas Gubernur Jabar tersebut.

Tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mulut Bupati Garut tersebut saat para jurnalis televisi dan jurnalis foto mengambil gambarnya. Aceng langsung masuk ke rumah dinas Gubernur Jabar sambil memegang teleponnya di telinga kiri.

Pemanggilan Bupati Garut oleh Gubernur Jabar tersebut bersifat tertutup. "Mohon maaf teman-teman media, pertemuan Pak Bupati Garut dengan Pak Gubernur tertutup. Jadi, silakan menunggu di sini saja (teras Gedung Pakuan)," kata salah satu ajudan Gubernur Jabar.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement