Jumat 14 Dec 2012 16:09 WIB

Susan Rice Enggan Gantikan Hillary Clinton

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Mansyur Faqih
Susan Rice
Foto: AP
Susan Rice

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Susan Rice menolak tawaran Gedung Putih untuk duduk di kursi menlu menggantikan Hillary Rodham Clinton. 

Setelah sempat dijagokan masuk dalam jajaran kabinet kedua pemerintahan Presiden Barack Obama, Rice malah mundur teratur. Alasannya, adanya kontroversi pernyataan serta klaim pembangkangan politik.

“Saya begitu terhormat untuk dipertimbangkan oleh anda (Obama) untuk diangkat sebagai menteri luar negeri,” tulis dia dalam surat resmi, yang dikutip Reuters, Jumat (14/12).

Menurut Rice, keberpihakannya terhadap pemerintah cukup hanya dengan menjalankan tugasnya di PBB. Apalagi situasi politik setelah pemilihan presiden menimbulkan riak perselisihan yang tidak efektif di pemerintahan. 

“Jika presiden tetap meminta, saya meyakini akan membutuhkan proses yang rumit, mengganggu, dan berbiaya tinggi,” lanjut dia.

Rice digadang menggantikan Menlu Clinton yang berencana mundur dari jabatannya awal tahun mendatang. Gedung Putih menemukan nama Rice dalam daftar diplomat senior yang memiliki kecakapan diplomasi. Wanita 48 tahun ini adalah satu-satunya diplomat kulit hitam AS yang pernah mawakili AS di PBB.

Hanya saja, Rice merupakan seorang Partai Republik yang menjadi rival politik abadi Partai Demokrat yang sedang berkuasa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement