Ahad 30 Dec 2012 18:54 WIB

Islamikustik Republika Dibanjiri Pengunjung

Rep: Aldian Wahyu Ramadhan / Red: Karta Raharja Ucu
Umat Islam sambut malam malam tahun baru dengan mengikuti Dzikir Nasional di Masjid At Tin, Kompleks TMII, Jakarta, Sabtu (31/12) malam.
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Umat Islam sambut malam malam tahun baru dengan mengikuti Dzikir Nasional di Masjid At Tin, Kompleks TMII, Jakarta, Sabtu (31/12) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –- Lomba Islamikustik Harian Republika yang digelar di halaman Masjid Attin, TMII, Jakarta Timur, dibanjiri pengunjung, Ahad (30/12).

Stan-stan pameran buku yang digelar Republika juga disambangi para pengunjung. Acara-acara itu digelar dalam rangka Dzikir Nasional Republika menjelang tahun baru 2013.

Selain di Jakarta, acara serupa juga digelar Republika di beberapa kota, seperti di Bandung, Jawa Barat, yang digelar di Pusdai, sementara di Yogyakarta dihelat di Masjid Al-Mujahidin UNY.

Islamikustik adalah kompetisi musik Islami yang menjaring 39 peserta yang terdiri dari beberapa aliran musik. Jenis musik yang diperlombakan, di antaranya marawis, hadroh, pop religi, akustik, dan perkusi.

Salah seorang juri Islamikustik, Ustaz Erick Yusuf menjelaskan musik Islami adalah jenis musik yang syairnya memuji Allah dan Rasul-Nya dari sudut pandang Islam. Menurut Ustaz Erick, Islamikustik bisa menambah gaung aliran musik Islami di Indonesia yang masih tertidur.

“Hal ini bisa dilihat dari penjualan kaset atau CD musik-musik Islami," kata Ustaz Erick saat berbincang dengan ROL, Ahad (30/12) siang.

Seorang peserta Islamikustik dari grup musik Van Der Wijck, Rizki Anugerah (23) mengaku senang bisa ikut terlibat dalam Islamikustik. "Dengan adanya acara ini musik aliran Islami bisa lebih 'exist'," kata dia.

Menurut Rizki, kegiatan positif semacam ini harus lebih sering diadakan. Soalnya, selain bisa berekspresi, Islamikustik juga bisa menyebarkan musik yang sekarang masih dipandang sebelah mata di Indonesia.

Pernyataan Rizki diamini rekannya, Ulfiyah Umi Riyanti (22). Ulfiyah mengatakan walaupun sekarang penggemar jenis musik Islami masih minoritas, tetapi memiliki pengagum yang militan. Selain itu penggemarnya semakin lama juga semakin banyak.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement