Selasa 05 Feb 2013 12:06 WIB

Asita Riau: Rp 800 Juta Tersangkut di Batavia

Rep: Antara/ Red: Nidia Zuraya
  Pesawat maskapai Batavia Air di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Foto: Reuters/Beawiharta
Pesawat maskapai Batavia Air di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Asosiasi biro perjalanan wisata Indonesia (Asita) Provinsi Riau memperkirakan sekitar Rp 800 juta dana milik pengusaha biro perjalanan di Riau masih tersangkut di deposit box Batavia Air yang baru dipailitkan.

"Kami memperkirakan semuanya sekitar Rp 800 juta. Mulai dari yang kecil Rp 1,5 juta sampai yang besar Rp 25 juta dan semuanya tersangkut di deposit box Batavia," ujar Ketua Asita Provinsi Riau Ibnu Mas'ud di Pekanbaru, Selasa (5/2).

Sampai saat ini, ungkap Ibnu, belum ada kepastian mengenai pengembalian dana deposit yang diparkir di rekening Batavia sebagai dana jaminan pembelian tiket akan dikembalikan kepada perusahaan biro perjalanan. Sebelumnya, pihak kurator Batavia menyatakan masih akan melakukan verifikasi dan pencocokan piutang yang akan dilakukan pada Kamis (14/3) di Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat.

Dari pengalaman yang lalu termasuk dengan kasus Adam Air dan Mandala Airlines, para pelaku atau pengusaha biro perjalanan tidak mendapatkan kembali dana deposit yang telah disetorkan tersebut. "Kami berharap uang deposit box dan tiket yang telah terjual, bisa kembali dengan kondisi yang utuh tanpa pengurangan sedikitpun kepada konsumen. Jadi itu aja harapan kami atas pailitnya Batavia," ucap Ibnu.