Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

KPK Periksa Hakim Tipikor Bandung

Selasa 16 Apr 2013 13:59 WIB

Rep: Bilal Ramadhan/ Red: Dewi Mardiani

Jubir KPK Johan Budi

Jubir KPK Johan Budi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap tiga hakim dan tiga panitera Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung yang dilakukan di Polrestabes Bandung, Selasa (16/4).

Selain itu, sejumlah staf pegawai di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung juga diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terhadap hakim yang juga Wakil Ketua PN Bandung, Setyabudi Tedjocahyono ini. "Ada beberapa staf di Pemkot Bandung, sudah berlangsung sejak kemarin (15/4)," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP, di KPK.

Johan menambahkan, ada satu hakim lagi yang diperiksa terkait kasus ini yaitu Wiwik Widiastuti yang merupakan hakim Tipikor di Pengadilan Tinggi Bandung. Sedangkan tiga hakim yang diperiksa merupakan hakim di Pengadilan Tipikor Bandung.

Ia memaparkan enam orang saksi yang diperiksa terdiri dari tiga orang hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Bandung yaitu Ramlan Comel, Djodjo Djohari dan Pontian Mundir. Saksi lainnya yaitu Rina Pertiwi yang merupakan mantan Wakil Panitera PN Bandung yang saat ini menjabat Panitera PN Cianjur, Susilo Nandang Bagio selaku panitera pengganti PN Bandung dan Ali Fardoni selaku Panitera Sekretaris PN Bandung.

"Pemeriksaan ini dilakukan di Polrestabes Bandung dengan berkoordinasi dengan Kasat Sabhara Polrestabes Bandung, AKBP Dhafi," tegasnya. Dalam pemeriksaan di KPK, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Herry Nurhayat sebagai saksi untuk tersangka Toto Hutagalung. Herry Nurhayat sendiri ditahan di Rutan KPK.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile