REPUBLIKA.CO.ID, KEBON SIRIH -- Proyek penghentian Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang sedang diaudit oleh BPK dan BPKP. Dinas Pekerjaan Umum belum dapat memastikan proyek akan dilanjutkan atau tidak.
Kepala Dinas PU DKI Jakarta Manggas Rudy Siahaan mengatakan masih menunggu rekomendasi dari hasil audit terkait anggaran proyek tersebut. Rekomendasi anggaran itu menyangkut pula utang piutang antara pemprov dengan kontraktor.
Anggaran untuk proyek ini diduga pernah dipotong pada masa penganggaran awal. "Saya belum tahu itu, tunggu hasil audit saja," ungkapnya di Balai Kota, Selasa (23/4).
Selain itu proyek dihentikan karena ada perubahan konstruksi bangunan di Jalan Layang Paket Casablanca. Posisi pipa air bersih yang ditanam sejajar dengan jalur jalan layang tersebut membuat desainnya harus disesuaikan terlebih dahulu.
Pipa itu terbentang dari Cawang hingga Penjompongan. Tahun lalu pernah terjadi kebocoran pipa akibat pembangunan pondasi jalan layang tersebut.
Dia berharap rekomendasi dapat keluar dengan cepat, sehingga pengambilan keputusan bisa segera dilakukan.