Rabu 22 May 2013 15:00 WIB

Polisi Riau Tahan Dua Penambang Emas Ilegal

Garis Polisi
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Garis Polisi

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Jajaran Polda Riau sudah menahan dua tersangka penambang emas tanpa izin di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Polda Riau juga terus memburu puluhan tersangka lainnya yang terlibat perusakan kendaraan saat operasi penertiban oleh tim gabungan.

"Saya sudah menginstruksikan jajaran saya untuk tidak mundur dalam kasus ini," kata Kapolda Riau Brigjen Pol Suedi Husin di Pekanbaru, Rabu.

Dua tersangka yang sudah ditahan di Mapolres Kuantan Singingi berinisial Mi dan Nf. Keduanya diduga menjadi pemilik dan pemodal penambangan emas di Sungai Kuantan di daerah perbatasan Kuantan Singingi dengan Sumatera Barat.

Kapolda juga mengatakan, polisi akan terus memburu para pelaku yang melakukan perusakan terhadap kendaraan tim gabungan saat operasi penertiban dilakukan beberapa waktu lalu.

"Mereka harus jantan mengakui kesalahan karena sudah berani merusak mobil orang lain," tegasnya.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Kuantan Singingi AKP Jhon Sihite mengatakan kepolisian sudah mengidentifikasi 22 nama yang diduga terlibat dalam pengrusakan kendaraan tim gabungan.

"Ada 22 nama yang sudah kami kantongi. Mereka belum berhasil ditangkap, dan kami terus menelusuri keberadaan mereka," kata Jhon Sihite ketika dihubungi dari Pekanbaru.

Sebelumnya, ratusan orang penambang emas ilegal melawan balik tim gabungan saat operasi penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin di Kabupaten Kuantan Singingi pada 15 Mei. Mereka merusak mobil tim gabungan, yang terdiri dari unsur Muspida Pemkab Kuantan Singingi, TNI-Polri, dan kejaksaan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement