REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Afghanistan membatalkan rencana pembicaraan perjanjian bilateral keamanan dengan Amerika Serikat (AS). Juru Bicara Presiden Hamid Karzai mengatakan keputusan tersebut diambil untuk memprotes tidak konsitennya usulan perundingan langsung AS dengan Taliban.
Pembicaraan AS-Afghanistan untuk menentukan kehadiran miter AS setelah pasukan asing menarik diri pada 2014. Presiden Karzai enggan menandatangani perjanjian jangka panjang dengan AS di tengah kekhawatiran hal itu bisa melemahkan kedaulatan Afghanistan.
Dewan Keamanan Nasional Afghanistan menegaskan Presiden Karzai menangguhkan putaran keempat pembicaraan perjanjian keamanan bilateran dengan pemerintah AS.
"Ada kontradiksi antara apa yang dikatakan pemerintah AS dan apa yang mereka lakukan untuk pembicaraan perdamaian Afghanistan," ujar juru bicara presiden, Aimal Faizi dikutip BBC, Rabu (19/6).
Dia menambahkan presiden tidak setuju dengan nama yang diberikan pada kantor baru Taliban di ibukota Qatar, Doha. "Kami menentang nama 'Islamic Emirate of Afghanistan' karena seperti itu tidak ada," ujar Faizi.
Pejabat Afghanistan mengatakan Karzai juga keberatan bendera Taliban berkibar di tempat baru. Langkah tersebut diumumkan sehari setelah AS mengumumkan akan berbicara langsung mengenai perdamaian dengan Taliban.