REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat mendesak pemimpin Mesir untuk menghentikan penangkapan sewenang-wenang para anggota Ikhwanul Muslimin.
"Kamu melawan diri sendiri jika upaya yang kamu lakukan menjadi inklusif," ujar juru bicara Gedung Putih, Jay Carney dikutip BBC.
Pemerintahan Obama dan PBB menyuarakan keprihatinan atas keputusan Mesir yang mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi pemimpin Ikhwanul Muslimin dan sembilan tokoh senior gerakan tersebut.
"Satu-satunya cara yang bekerja, jika semua pihak didorong dan diijinkan berpartisipasi dan itulah sebabnya kami membuat jelas bahwa penangkapan sewenang-wenang tidak dapat kami dukung," ujar Carney.
Sekretaris Jenderal PBB juga menjelaskan tidak ada pengecualian bagi partai atau komunitas manapun bagi Mesir. Sementara itu, ketegangan meningkat setelah pemimpin Ikhwanul Muslimin meminta protes massa di Kairo Jumat ini.
Protes berlawanan juga berencana membuat aksi di Tahrir Square termasuk buka puasa bersama. Pada Kamis (11/7), Ikhwanul Muslimin berjanji akan terus melakukan perlawanan terhadap kudeta militer yang melawan konstitusi.