Senin 22 Jul 2013 21:32 WIB

SBY Resmikan Monumen Perjuangan Mempertahankan NKRI

Rep: Esthi Maharani/ Red: Mansyur Faqih
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wapres Boediono meresmikan Monumen Perjuangan Mempertahankan NKRI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (22/7). Pembangunan monumen seluas 6 ribu meter persegi tersebut bertujuan mengenang perjuangan pahlawan dala
Foto: Antara
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wapres Boediono meresmikan Monumen Perjuangan Mempertahankan NKRI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (22/7). Pembangunan monumen seluas 6 ribu meter persegi tersebut bertujuan mengenang perjuangan pahlawan dala

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikian Monumen Perjuangan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peresmian digelar di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), Cilangkap, Senin (22/7). 

Ia menganggap adanya monumen tersebut sebagai sarana bagi masyarakat untuk tidak melupakan sejarah, sekaligus menghormati pahlawan, pejuang, dan para pendahulunya. Adanya monument itu pun dianggap salah satu upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar dan cerdas. 

"Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang bisa memetik pelajaran dari apa yang dialami di masa lalu untuk jadi pelajaran di masa depan. Indonesia jadi bangsa yang besar dan cerdas," katanya saat memberikan pidato. 

SBY menjelaskan, kondisi saat ini terutama generasi muda seakan kurang paham tentang sejarah. Penyebabnya, perubahan zaman di tingkat nasional dan internasional. Menurutnya, hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi. Perlu ada upaya untuk memberitahukan dan menyegarkan tentang sejarah Indonesia dan para pejuangnya di masa lalu. 

"Kita perlu lakukan upaya lebih agar anak-anak kita tahu sejarah negerinya. Mereka perlu mengerti dan memahami bangsanya sendiri. Bisa lewat buku, film dokumentasi, dan pembangunan monumen atau museum atau apa pun yang bisaa mengarah ke tujuan itu," lanjutnya.

Monumen Perjuangan Mempertahankan NKRI menyajikan visualisasi sebagai kisah pengabdian TNI, terutama di bidang militer. Monumen ini juga sebagai patung berkelompok besar di Indonesia yang masuk dalam rekor Muri.

Monumen ini dibangun di atas tanah seluas enam ribu meter persegi dengan luas bangunan 4.680 meter persegi terletak di kompleks Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Bangunan monumen ini terdiri dari dua bagian, yakni foot step monumen Jenderal Sudirman dan dinding relief. 

Dinding relief yang berbentuk setengah lingkaran dan berjumlah 21 relief mengggambarkan cerita perjuangan bangsa Indonesia dari mulai proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 hingga perjuangan bersenjata TNI dalam rangka mempertahankan kemerdekaan sampai akhirnya diakui dunia internasional.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement