Senin 12 Aug 2013 14:22 WIB

Mendagri: Kibarkan Bendera Merah Putih di Aceh

Mendagri
Mendagri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi meminta seluruh pihak terkait di Aceh mengibarkan bendera Merah Putih sebagai bendera Negara menjelang perayaan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.

"Menjelang 17 Agustus, bendera Merah Putih yang harus dikibarkan beramai-ramai. Oleh karena itu saya berharap tidak ada pengibaran (bendera GAM) lagi di sana," kata Gamawan di Jakarta, Senin (12/8).

Selama belum ada kesepakatan antara Pemerintah RI dan Pemprov Aceh mengenai penggunaan simbol dan lambang bendera daerah, Gamawan meminta semua pihak terkait untuk tidak mengibarkan bendera yang sama dengan bendera kelompok Gerakan Aceh Merdeka.

Hingga kini, kedua belah pihak memperpanjang masa pembahasan penggunaan bendera daerah tersebut hingga 15 Oktober, dengan harapan dapat dicapai kesepakatan bersama dalam penyelesaiannya.

Selama dua bulan pembahasan itu, terhitung sejak 15 Agustus, Gamawan berharap dapat dicapai kesepakatan mengenai Qanun (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 dan dua rancangan peraturan pemerintah serta keputusan presiden (Keppres).

"Saya sudah minta Dirjen Otonomi Daerah (Otda) dan Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk menjadwalkan tahapan pembahasan.?Saya berharap dua bulan itu bisa selesai," jelas Gamawan.

Pembahasan dua PP dan Keputusan Presiden (Keppres) itu dilakukan secara bersamaan dengan evaluasi Qanun khususnya mengenai penggunaan lambang bendera Aceh.

Terkait akan hal itu, Gamawan mengimbau kepada para elit terkait di Aceh untuk lebih mengutamakan soal kesejahteraan rakyat Aceh daripada sibuk membahas mengenai lambang bendera.

"Pemerintah Provinsi, DPR Aceh, para elit dan tokoh-tokoh di sana seharusnya mengajak masyarakat Aceh untuk melihat ke depan tentang kesejahteraan bersama," ujar Gamawan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement