Kamis 03 Oct 2013 14:32 WIB

Mahfud MD Terpukul Atas Penangkapan Akil Mochtar

Mahfud MD (tengah)
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Mahfud MD (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Sangan menyesal dan prihatin, itulah unggkapan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD atas penangkapan Ketua MK Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Saya pribadi, kalau benar ini terjadi, sungguh disesalkan karena Pak Akil adalah ketua lembaga tinggi negara penjaga dan pengawal konstitusi di negeri ini," kata Mahfud kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (3/10).

Ia menyatakan terkejut, karena ia menilai Akil Mochtar orang yang baik. Ia bahkan menganggap keinginan Akil Mochtar menjabat Ketua MK hanya untuk mengabdi kepada negara dan bangsa.

"Setahu saya, dulu dia orang baik. Bahkan sering mengatakan kepada saya ingin mengabdi kepada bangsa dan negara, karena karir dan umur sudah lewat semua," katanya.

Tetapi, kata Mahfud, menilai seseorang itu baik hanya tahu lahirnya saja. "Batinnya, kita tidak tahu," katanya.

Menurut dia, peristiwa tersebut merupakan bencana besar bagi dunia penegakan hukum di Indonesia. "Sebab, selama ini belum pernah ada ketua lembaga tinggi negara di Indonesia ditangkap karena korupsi," katanya.'

Ia mengatakan belum pernah ada dalam sejarah Indonesia ketua lembaga tinggi negara ditangkap karena urusan korupsi. "Kalaupun ada, itu karena menyangkut perbedaan politik dengan penguasa. Ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah di negeri ini," katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (2/10) malam di Jakarta menangkap Ketua MK Akil Mochtar yang diduga menerima uang terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْ حَاۤجَّ اِبْرٰهٖمَ فِيْ رَبِّهٖٓ اَنْ اٰتٰىهُ اللّٰهُ الْمُلْكَ ۘ اِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّيَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۙ قَالَ اَنَا۠ اُحْيٖ وَاُمِيْتُ ۗ قَالَ اِبْرٰهٖمُ فَاِنَّ اللّٰهَ يَأْتِيْ بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِيْ كَفَرَ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۚ
Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” dia berkata, “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.” Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

(QS. Al-Baqarah ayat 258)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement