Kamis 10 Oct 2013 04:30 WIB

Pelepah Sawit Bisa Dimanfaatkan Sebagai Pakan Ternak

Pakan ternak
Foto: antara
Pakan ternak

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Selatan sedang melaksanakan kajian terhadap teknologi pemanfaatan pelepah daun sawit untuk pakan ternak sapi potong.

Kepala Divisi Akses Keuangan, UMKM dan Komunikasi Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Triatmo Doriyanto di Banjarmasin, Rabu, mengungkapkan, sebagai tindaklanjut penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bank Indonesia dan BPTP yang telah dilaksanakan, kini telah ditetapkan program kerja tahunan.

"Kita telah menetapkan program kerja klaster dan lending model yaitu diseminasi hasil kajian dengan judul Kajian Pemanfaatan Pelepah Daun Sawit Sebagai Pakan Sapi Potong, Dalam Mendukung Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau di Kalimantan Selatan oleh BPTP Kalsel," katanya.

Melalui lending model tersebut, diharapkan akan mampu mendukung program ketahanan pangan daerah dan akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Maurids H Damanik mengungkapkan, berdasarkan data perkembangan beberapa komoditas pertanian di Kalimantan Selatan ada yang mengalami kenaikan maupun penurunan.

Hal tersebut, seperti produksi padi di tahun 2012 mengalami peningkatan 2,35 persen tetapi mempunyai produktivitas yang jauh lebih rendah dibandingkan nasional.

Komoditas cabai yang mengalami penurunan produksi sebesar 17,99 persen, serta peternakan sapi potong, sapi perah dan kerbau (PSPK) yang mengalami penurunan jumlah ternak sebanyak 26,6 ribu ekor atau 16,36 persen.

"Dalam mendorong percepatan terwujudnya ketahanan angan, kehadiran inovasi teknologi tepatguna sangat vital untuk meningkatkan produktifitas di sektor pertanian, peternakan dan perkebunan," katanya.

Dengan demikian, tambah dia, kehadiran Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalsel dalam mendukung program klaster dan lending model tersebut sangat penting.

BPTP, kata dia, diharapkan dapat memberikan sentuhan teknologi untuk mengoptimalkan dan mempercepat program yang telah di kembangkan.

"Sebagai bentuk tindaklanjut penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini, telah ditindaklanjuti dengan penetapan program kerja tahunan yang terkait dengan program kerja klaster dan lending model sebagaimana tersebut diatas," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement