Selasa 19 Nov 2013 21:47 WIB

Ahok Sebut 3 Sanksi yang Cocok Bagi Pelajar Nakal

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Foto: Republika/Adhi W
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang biasa disapa Ahok, menginstruksikan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk memberikan sanksi kepada para pelajar nakal yang telah melakukan tindak kriminal.

"Kami mau perintahkan Pak Taufik Yudi Mulyadi (Kepala Dinas Pendidikan DKI) untuk memberikan sanksi tegas kepada pelajar-pelajar yang tawuran, melakukan perusakan, perkelahian, pembajakan bus, dan lain-lain," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (19/11).

Menurutnya, ada tiga sanksi tegas yang direkomendasikannya. Pertama, pelajar-pelajar tersebut dipindahkan dari sekolah asalnya ke sekolah lain.

"Murid-murid yang nakal biasanya berkelompok. Nah, pindahkan mereka ke sekolah lain, tapi disebar, hingga benar-benar terpisah satu sama lain dan diharapkan tidak melakukan tindak kriminal lagi," ujar Ahok.

Kedua, yakni sanksi tidak naik kelas kepada seluruh pelajar yang terbukti telah melakukan tindakan-tindakan yang merugikan serta membahayakan keselamatan orang lain.

"Sanksi ketiga, kalau kedua hukuman itu ternyata tidak berhasil mengubah perilakunya, maka siswa bermasalah tersebut dikeluarkan dari sekolahnya saat ini dan dikembalikan kepada orang tua masing-masing," tutur Basuki.

Meski begitu, Ahok juga sempat mengritik guru-guru di sekolah yang masih belum mampu mendidik siswa-siswinya untuk menjauhi perilaku-perilaku negatif.

"Setiap hari, murid-murid kan berinteraksi dengan para guru. Jadi, sudah seharusnya guru mengawasi, memantau serta membimbing siswa untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain," ungkap Basuki.

Tiga rekomendasi sanksi tersebut disampaikan secara langsung oleh Basuki terkait peristiwa pembajakan sebuah bus Mayasari Bakti menuju Senen oleh sebanyak 21 pelajar di Jalan Gedung Wayang Orang. Puluhan pelajar tersebut segera diamankan di Kantor Polsek Metro Senen.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apa yang paling menarik bagi Anda tentang Singapura?

1 of 7
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement