REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saudara kandung tersangka korupsi sengketa pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Lebak, Banten dan pengadaan alat kesehatan Ratu Atut Chosiyah, Ratu Tatu Chasanah, berhasil memimpin DPD Golkar Banten.
Dia berhasil meraih enam suara. Pesaingnya, Tubagus Iman, hanya meraih lima suara. Ketua Biro Pemenangan Pemilu DPD Golkar Banten Veri Muhlis Arifuzzaman menyatakan, kemenangan Ratu Tatu adalah hasil Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Partai Golkar Banten yang dilaksanakan pada Jumat (27/12) di Kantor DPP Partai Golkar di Slipi Jakarta.
Kegiatan ini berakhir dengan baik. "Dengan memperebutkan 12 suara yang terdiri dari 8 DPD kab/kota, 1 DPD Prov, 1 DPP Partai Golkar, 1 Ormendi dan 1 suara dari organisasi sayap Partai Golkar," jelas Veri, kepada Republika.
Caleg Partai Golkar Provinsi nomor urut dua ini menyampaikan peserta Musdalub sudah menentukan pilihan politik secara demokratis. "Ratu Tatu memang lebih lama memelihara hubungan dan memiliki basis ketimbang Iman. Dan terpilihnya Tatu ini tidak mengagetkan karena sudah diprediksi dari awal," katanya.
Veri melihat tugas utama Ratu Tatu adalah konsolidasi dan akselerasi untuk pemenangan pileg dan pilpres. "Ratu Tatu bersama tim formatur harus menyusun kepengurusan yang berorientasi pada kebersamaan dalam membangun dan memenangkan Golkar di Banten dan tentu bersandar pada tujuan utama menyejahterakan rakyat,"ujarnya.