Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

 

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Industri K-Pop Mulai Lupakan Artis Lama?

Selasa 07 Jan 2014 06:28 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Hazliansyah

Taecyeon 2PM

Taecyeon 2PM

Foto: Soompi

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Salah satu personel 2PM, Taecyeon tampaknya mulai frustasi dengan sistem manajemen diagensinya, JYP Entertainment. Ia mengungkapkannya dalam tiga rangkaian postingannya di Twitter sejak 4 Januari lalu. Namun, Taecyeon menghapus dan mengklarifikasi kembali postingannya itu. Kemugnkinan itu terjadi atas desakan manajemennya.

 

Meski sudah menghapus kicauannya itu, para penggemar bereaksi dan berdiskusi di berbagai forum online di Korea Selatan mengenai status Taecyeon tersebut. Diskusi juga berkembang ke pembahasan sistem promosi dibanyak manajemen besar yang mengorbitkan artis-artis K-pop. Kebanyakan mereka seolah fokus pada artis baru (rookie) sehingga terkesan mengabaikan artis-artis lama.

Taecyeon mengesankan manajemennya lupa dengan artis lama. Itu secara sederhana bisa dilihat dari sistem promosi untuk Park Jimin yang telah menandatangani kontrak di bawah JYP. Park Jimin telah jauh dipromosikan, namun penggemar internasional tidak menyadari bahwa dia sebetulnya adalah pemenang ajang musik 'K-pop Star (Season 1)' mengalahkan runner up, Lee Hi. Lee Hi kini justru sudah menikmati karier sukses setelah program itu di bawah bendera YG. Dia bahkan telah menembus Billboard.

Dilansir dari Kpopstarz, Selasa (7/1), salah satu kekhawatiran Taecyeon adalah bagaimana sistem JYP mengorbitkan artis, dibandingkan dua pesaingnya, SM dan YG Entertainment. Tahun baru ini terkesan dunia K-pop memeluk konsep 'out with the old, in with the new.'

Sejak akhir 2013, ketiga manajemen besar di industri K-Pop seolah fokus mengembangkan grup dan artis baru mereka ketimbang yang lama. Keberhasilan program musik 'WIN Who is Next' oleh YG menjadi faktor pendorong di belakang pengembangan proyek 'SM Rookies.'

Ketiga manajemen besar Korea, SM Entertainment, YG Entertainment dan JYP Entertainment seolah berlomba melepaskan artis terbarunya. Diakhir 2013, JYP mengumumkan bahwa Ahn Sohee, personel Wonder Girls, akan meninggalkan JYP. Kepergian Sohee dianggap representasi dari artis-artis JYP lainnya.

Fenomena memudarnya karier artis lama juga terjadi di tubuh YG sendiri. Saking sibuknya dengan popularitas BigBang, 2NE1, dan Lee Hi, YG terkesan mengabaikan Gummy dan Se7en. Hal itu berakibat Gummy keluar dari YG yang dinilai lebih mengutamakan promosi idol laki-laki.

Di SM, hal yang sama juga terjadi pada BoA. Konsesi untuk BoA adalah dia menerima banyak perhatian setelah menjadi salah satu juri di 'K-pop Star.' Namun selama tiga tahun, karier bermusiknya sangat terbatas dan tidak lagi secemerlang dulu. SM berfokus pada Girls Generation, Super Junior, dan EXO. Bahkan SHINee tidak banyak mendapat promosi dalam beberapa tahun terakhir.

Apakah ini adalah perkembangan alami? Bahwa seniman senior yang dinilai sudah mapan akan menerima sedikit perhatian dan promosi dari agen mereka. Pertanyaan Twitter Taecyeon ini mungkin telah memicu perdebatan dalam kalangan industri hiburan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile