Rabu 22 Jan 2014 10:27 WIB

Dipo Pastikan Indonesia Diundang ke Jenewa Terkait Suriah

Dipo Alam
Foto: Republika/ Yogi Ardhi
Dipo Alam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengundang Indonesia untuk menghadiri Konferensi Jenewa II yang akan membahas penyelesaian konflik di Suriah.

"Indonesia, India, Jepang dan Cina mewakili Asia yang diundang PBB ke Jenewa untuk mencari solusi masalah Syria," kata Seskab Dipo Alam melalui akun twitter dipoalam49 yang diunggah Selasa (21/1) malam seperti dilansir setkab.go.id.

Pertemuan di Jenewa yang disebut sebagai Konferensi Jenewa II itu akan mempertemukan pemerintahan Presiden Bashar al Assad dengan kubu oposisi yang tergabung dalam Koalisi Nasional Suriah (Syria National Coalition/SNC).

PBB juga mengundang sejumlah negara lain dalam pertemuan di Montreux dan Jenewa, Swiss tersebut. Namun undangan untuk Iran yang semula dilayangkan oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon telah dibatalkan menyusul keberatan oposisi Suriah yang didukung oleh sejumlah negara.

Dipo memperkirakan, undangan itu mungkin karena kebijakan luar negeri Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai dikenal dan efektif.

"Presiden pernah berpendapat soal Syriah, Indonesia bukan negara superpower, bukan pula negara Timur Tengah yang punya pengaruh, tapi presiden menghargai kepedulian rakyat, dan beliau akan berjuang dengan memberikan jalan tengah kepada Amerika Serikat dan sekutunya serta Suriah," lanjut Dipo.

Dugaan lain, katanya, karena Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. "Indonesia dalam waktu relatif singkat bisa hidupkan demokrasi dengan baik dan ekonominya bangkit. Sementara negara-negara "Arab Springs" belum berhasil," tulis Dipo.

Dipo menjelaskan, negara adidaya seperti AS, Cina, negara-negara Uni Eropa serta PBB mulai mengakui peran internasional Indonesia yang dikemukakan dalam beberapa forum. Indonesia pun, katanya, siap mengirimkan pasukan perdamaian ke Suriah jika PBB memintanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement