Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Soal KRI Usman Harun, Belum Pengaruhi Perdagangan Indonesia-Singapura

Rabu 12 Feb 2014 11:30 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Wamendag Bayu Krisnamukti

Wamendag Bayu Krisnamukti

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Hubungan antara Indonesia dengan Singapura memanas karena protes pemerintah Singapura atas penamaan kapal perang baru milik TNI AL dengan nama KRI Usman Harun. Namun hal ini belum berdampak pada perdagangan antarkedua negara.

 

"Apa yang terjadi saat ini belum ada dampaknya terhadap perdagangan kedua negara," kata Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (12/2).

Bayu mengatakan sesungguhnya Singapura merupakan salah satu mitra dagang Indonesia yang utama dan masuk dalam 10 besar mitra Indonesia. Singapura penting dalam konteks perdagangan dan saat ini laporan perdagangan masih normal belum ada yang sampai terganggu.

Sebelumnya pemerintah Singapura telah menyatakan keprihatinannya atas penamaan kapal angkatan laut Indonesia menyusul kedua marinir Indonesia tersebut turut ambil bagian dalam pemboman Mac Donald House di Orchard Road pada 1965 selama era konfrontasi Indonesia - Malaysia.

Konfrontasi itu sendiri terjadi setelah Presiden pertama Soekarno menuduh pembentukan Malaysia sebagai negara (dimana Singapura masih bagian dari Malaysia pada saat itu) yang didukung oleh kolonial Inggris.

Dalam upaya untuk menyusup wilayah Malaysia, Indonesia mengirimkan dua anggota angkatan lautnya yaitu Usman Haji Mohamed Ali dan Harun Said untuk mengebom MacDonald House di Orchard Road, Singapura yang menewaskan tiga orang dan melukai 33 lainnya.

Kedua marinir tersebut tertangkap dan dieksekusi di Singapura yang kemudian dikirim ke Indonesia di mana mereka dianggap sebagai pahlawan nasional. Insiden ini kemudian mengakibatkan ketegangan antara Indonesia-Singapura selama beberapa tahun. Namun hubungan tersebut dipulihkan ketika Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew berkunjung ke Jakarta pada tahun 1973 dan menaburkan bunga di kuburan marinir.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile