Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

10 Ribu Masker Untuk Korban Kelud

Ahad 16 Feb 2014 12:44 WIB

Red: Maman Sudiaman

Pembagian masker gratis

Pembagian masker gratis

Foto: ACT

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -– Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membagi-bagikan sekitar 10 ribu masker di lokasi banca Kelud. Maskes dibagikan kepada warga pengungsi di sejumlah titik-titik posko pengungsian maupun warga yang melintas di beberapa ruas jalan Kediri, Ahad (16/2).

 

Menurut Dede Abdul Rohman, Koordinator Tim Relawan DERM-ACT, para relawan dari MRI Kediri disebar ke titik-titik posko pengungsi dan turun ke jalan-jalan untuk membagikan masker kepada warga baik yang mengungsi di posko-posko maupun yang sedang melintas di jalan.

Relawan membagikan masker di salah satu pusat pengungsi di Masjid An-Nur Kediri. Di luar jam shalat masjid ini menjadi tempat rehat alakadarnya para pengungsi di selasar dan di teras masjid. Usai shalat berjamaah Shubuh, para pengungsi menyempatkan menengok kebun dan rumah mereka atau ada yang bekerja di pasar. Pada saat jam makan, kembali ke pengungsian untuk menerima makan siang yang disiapkan di Dapur Umum ACT.

Warga juga secara swadaya membersihkan jalan dan atap-atap rumah.  Insan Nurrohman, Direktur Disaster Management Institute of Indonesia (DMII)-ACT, mengatakan kebutuhan mendesak masyarakat saat ini yaitu masker, alat-alat untuk membersihkan abu pasir di jalan, dan mobil tangki air. Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Karena itu, tim emergency response Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengerahkan para relawan untuk membagi-bagikan masker kepada warga. Kami memprogramkan seribu masker untuk korban gunung Kelud,” ujarnya.

Untuk pasca bencana, para relawan yang terdiri para mahasiswa STIKES Karya Husada Pare Kediri berusaha menghibur anak-anak korban erupsi gunung Kelud dengan mendongeng atau bercerita dan berbagai permainan lainnya.

“Usai mengikuti Trauma Healing, anak-anak tampak tersenyum ceria dan senang, seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa,” ujar Ruli Renata, salah seorang relawan ACT.

Selain itu, tim Disaster Emergency and Relief Management (DERM) – ACT, juga melakukan assesment untuk pendataan dampak erupsi gunung Kelud tersebut dan pendirian Posko di 10 titik.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile