Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

5 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bahaya di Balik Smoothies untuk Ibu Baru

Senin 10 Mar 2014 09:12 WIB

Red: Indira Rezkisari

Green smoothies

Green smoothies

Foto: Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Bagi ibu baru, tekanan untuk kembali langsing biasanya menerjang. Mereka pun ramai-ramai melakukan diet dengan meminum green smoothies usai melahirkan.

Selebritas seperti Jessica Simpson melakukan five-day cleanse dengan smoothies dan kudapan ringan, untuk memulai upaya mengurangi 30 kg berat badannya akibat hamil. Sekaligus detoksifikasi alias membuang racun dalam tubuh.

Lisa Neff MD, asisten profesor di Northwestern Comprehensive Center on Obesity di Chicago, namun mengatakan tidak ada bukti ilmiah kalau smoothies bisa membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Sebab, setiap hari organ tubuh memang bekerja untuk mendetoksifikasi tubuh.

Daniel Swatosh, pendiri Heartbeet Juicery, yaitu perusahaan jus alami, mengatakan sesungguhnya ia tidak merekomendasikan upaya detoksifikasi pada ibu yang baru melahirkan. ''Minuman ini bertujuan sebagai suplemen bagi pola makan sehat. Ini tentang memasukkan lebih banyak nutrisi ke tubuh dan menghindari makanan yang diproses,'' ujarnya.

Sehingga bila hanya meminum green smoothies dengan tujuan menurunkan berat badan dan detoksifikasi dipandangnya tak sesuai dengan pola makan sehat ibu yang baru melahirkan.

Green smoothies saja juga tidak akan memenuhi kebutuhan kalori bagi ibu menyusui. Melina Jampolis MD, internis dan pakar nutrisi, mengatakan enam porsi green smoothies mungkin mengandung 1.200 kalori secara keseluruhan.

Tetapi, ibu menyusui masih membutuhkan tambahan 450 hingga 500 kalori lagi per hari.

Ibu menyusui juga membutuhkan protein agar bisa menghasilkan ASI yang mencukupi. Protein merupakan sesuatu yang kurang ditemukan dalam minuman sehat itu.

Ibu menyusui dengan berat 60 kg membutuhkan 67 gram protein, dibanding perempuan yang tidak menyusui dan hanya membutuhkan asupan protein 42 gram. ''Tanpa jumlah yang mencukupi, tubuh akan membakar otot demi memenuhi kebutuhan bensin produksi susu,'' ujar Jampolis.

Kehilangan pasokan otot memang berarti penurunan berat badan. Tapi juga berarti menurunnya metabolisme tubuh. Lemak diperlukan ibu menyusui sebab membantu produksi ASI yang juga kaya lemak. Ini membuat bayi lebih kenyang dan tak mudah terbangun di malam hari.

Jus atau green smoothies dengan tujuan detoksifikasi juga kekurangan sejumlah nutrisi. Seperti vitamin B. A, D, selenium, dan iodine. Semua itu dibutuhkan bayi. Jus juga kurang dari segi mineral yang memberi energi tubuh. Sementara ibu baru membutuhkan pasokan energi untuk mengatasi rasa letih akibat baru melahirkan.

Bukan berarti ibu baru perlu menghindari minuman ini. Jus semacam ini sehat terutama bila tanpa gula. Namun, perlu dijadikan bagian dari pola makan yang sehat.

''Jus, terutama green smoothies, bisa ditambahkan sebagai bagian dari pola makan seimbang. Dengan juga mengkonsumsi biji-bijian, protein, dan lemak sehat. Minuman seperti ini bisa membantu mengurangi berat badan secara perlahan dan menghilangkan lemak tubuh sambil tetap menjaga kadar energi,'' kata Jampolis.

sumber : Shape
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile