Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Hendak bebaskan Satinah, Maftuh Basyuni Ketinggalan Pesawat.

Jumat 28 Mar 2014 13:05 WIB

Rep: ahmad rojali/ Red: Muhammad Hafil

Satinah

Satinah

REPUBLIKA.CO.ID, CENGKARENG -- Kepala Satuan Petugas (Satgas) pembebasan satinah, Maftuh Basyuni yang hendak berangkat ke Saudi Arabia guna menjemput Satinah, tertinggal pesawat yang hendak membawanya ke Arab Saudi, Jumat (28/3).

Maftuh direncanakan berangkat ke Arab Saudi menggunakan pesawat Ettihad pada jam 18.00 WIB. Maftuh baru memasuki Gate 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta pada jam yang sama. 

Keterlambatan Maftuh dikatakan oleh ajudannya yang datang sebelum Maftuh untuk menyiapkan keberangkatan. “Check-in terakhir jam 17.30 Wib. Tadi sudah diberi waktu pihak maskapai (Ettihad), tapi tidak tidak datang, akhirnya ketinggal,” kata dia saat menjelaskan kepada Maftuh.

Maftuh segera diajak oleh ajudannya memasuki ruang tunggu guna menemui maskapai Ettihad agar mengikutkannya dalam penerbangan jam 18.00 WIB. 

Upayanya lobi yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Kepada Republika, Maftuh menyatakan keterlambatannya pada jam 19.00 Wib.

“Nanti saya akan ikut penerbangan selanjutnya,” ujar Maftuh.

Salah seorang pegawai bandara mengatakan, penerbangan tujuan Arab Saudi pada Jumat (28/3) dijadwalkan pada jam 18.00 dan jam 00.00 Wib. 

Maftuh Basyuni merupakan Kepala Tim Satuan Petugas (Satgas) pembebasan Satinah yang diancam hukuman mati setelah membunuh mantan majikannya pada 2007 silam. 

Maftuh Basyuni dijadwal berangkat ke Arab Saudi bersama rombongan dari perwakilan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Tenaga Kerja yang berjumlah empat orang. 

Untuk membebaskan Satinah, Tenaga Kerja Wanita asal Ungaran, Semarang  yang bekerja di Saudi Arabia. Maftuh Basyuni dikabarkan membawa bekal uang senilai Rp 15 miliar. 

Keterlambatan pemberangkatan Maftuh Basyuni ke Arab saudi berarti memperpendek jarak pembebasan Satinah dari hukuman mati yang dijadwalkan akan diputuskan pada Kamis (3/4) mendatang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile