Sabtu 05 Apr 2014 20:30 WIB

Pengungsi Asal Vietnam Jalan Kaki 600 KM di Australia

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE  -- Tri Nguyen, seorang pastor yang dahulu merupakan pengungsi Vietnam saat ini melakukan aksi berjalan dari Kota Melbourne ke Canberra, menempuh jarak 600 kilometer. Tujuannya, menunjukkan solidaritas kepada pencari suaka dan berterimakasih kepada Australia.

Lebih dari 30 tahun lalu, Tri Nguyen melarikan diri dari perang Vietnam dengan menggunakan perahu.

Bulan ini, ia kembali melakukan perjalanan, namun dengan cara berjalan kaki sambil membawa replika perahu, dari kota Melbourne ke Canberra. Di belakangnya pun banyak pendukung yang turut serta.

Nguyen berharap bisa tiba di Canberra saat Jum'at Agung, 18 April 2014 mendatang.

Saat lari dari Vietnam berpuluh tahun lalu, tanah tempat tinggalnya hancur oleh bom, dan ayahnya harus tinggal di kamp di sebuah hutan. Keluarga Nguyen mendapat kesempatan melarikan diri saat sang ayah dipekerjakan untuk membuat kapal bagi pemerintah.

Tiga kali keluarga Nguyen berusaha kabur. Tiga kali pula mereka gagal. Dalam usaha terakhir, ibu Nguyen dan dua saudara Nguyen tidak ikut.

Dalam usaha terakhir tersebut, Nguyen, ayahnya, dan saudara perempuannya berhasil kabur ke laut. Namun, mereka dilanda badai dan terdampar di pulau pasir dekat perbatasan Thailand Malaysia, dan kemudian ditawan oleh bajak laut.

Para bajak laut mengurung mereka dan tawanan lain di dalam sebuah kandang kawat berduri selama empat hari. Mereka hanya diperbolehkan keluar untuk digeledah untuk mencari perhiasan, dan diperkosa, untuk tawanan perempuan.

Kemudian, mereka dibebaskan dan diserahkan pada pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dikirim ke sebuah kamp pengungsi di Kuala Lumpur. Setelah menghabiskan 10 bulan di kamp-kamp di Kuala Lumpur, mereka tiba di Australia tahun 1982.

Nguyen bercerita bagaimana Australia tampak begitu hebat saat itu. "Bahkan beton di lantai pun tampak luar biasa, karena kita belum pernah melihat begitu banyak lapisan beton sebelumnya. Yang membekas waktu itu adalah kita berada di hostel khusus migran yang tidak ada petugas keamanannya atau kawat berduri." 

Beberapa tahun kemudian, ibu dan saudara-saudara Nguyen pun menyusul ke Australia.

Nguyen kini bekerja sebagai pastor. Ia ingin membangun kebersamaan antara pengungsi dan masyarakat melalui aksi jalan kakinya. Selain itu, ia ingin mempersembahkan replika perahunya ke Parlemen Australia.

"Saya ingin berbagi cerita, agar kita berbicara tentang pencari suaka selayaknya berbicara tentang manusia, dan agar harga diri manusia dipulihkan, bukannya menyebabkan lebih banyak penderitaan dan kesakitan," katanya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement