REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR -- Dua buah bom mortir yang diduga masih aktif ditemukan warga di Dukuh Gondang Gentong RT 1 RW 7 Desa/Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Ahad.
Dua bom mortir tersebut ditemukan pertama kali oleh Mario (25), warga setempat saat membersihkan sisa longsoran tanah di pekarangan rumah milik Pawiro Diyono (73), sekitar pukul 09.00 WIB.
Dua mortir tersebut dalam kondisi sudah berkarat dengan ukuran panjang masing-masing sekitar 30 centimeter dan beratnya sekitar tiga kilogram per buah.
Menurut Mario, penemuan dua bom mortir diduga bom yang dijatuhkan dari pesawat terbang zaman Belanda tersebut saat melakukan kerja bakti membersihkan sisa tanah di pekarangan rumah Pawiro Diyono.
"Saat mencangkul tanah, saya curiga karena mengenai benda seperti keras besi. Benda itu saat dicek bom mortir bentuknya seperti peluru torpedo," katanya.
Menurut dia, kedua mortir tersebut ditemukan lokasinya saling berdekatan, kemudian dilaporan ke warga lainnya yang sempat menjadi geger di dukuh itu. "Dua mortir itu, kemudian dibersihkan dari tanah oleh warga, kemudian dilaporan ke Polsek Karangpandan untuk diamankan," katanya.
Menurut Kepala Polsek Karangpandan AKP Hery Ekanto, setelah mendapat laporan penemuan dua mortir tersebut langsung ke lokasi untuk mengamankan. "Dua mortir itu, langsung dibawa ke Polres Karanganyar, dan akan diserahkan ke Markas Brimob untuk dimusnahkan," kata Kapolsek.
Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah bom mortir tersebut masih aktif atau tidak. Dua benda itu, diduga terkubur sejak zaman perang penjajahan Belanda.