Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

12 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Panglima TNI Minta Maaf ke Singapura

Rabu 16 Apr 2014 01:47 WIB

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Yudha Manggala P Putra

Panglima TNI Jenderal Moeldoko (kanan)

Panglima TNI Jenderal Moeldoko (kanan)

Foto: Antara/Yudhi Mahatma

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyampaikan pernyataan minta maaf kepada Singapura terkait kebijakan Mabes TNI AL memberi mengabadikan nama Usman-Harun ke dalam dua kapal perang.

Moeldoko mengatakan, penamaan dua kapal jenis fregat (perusak) itu tidak dimaksudkan untuk memancing emosi Singapura. Dia mengaku, episode itu telah menjadi pelajaran bersama. Moeldoko juga meyakini hubungan militer kedua negara bisa semakin erat dan kuat.

"Sekali lagi mohon maaf. Bahwa apa yang kami pikirkan tidak sama sekali berkaitan dengan membangun kembali emosi. Tidak sama sekali. Kedua, hubungan antara kedua negara sedang diperbaiki. Sudah ada komunikasi antar pemimpin. Kepala militer Singapura dan saya telah bertemu," kata mantan wakil gubernur Lemhannas itu kepada Channel NewsAsia, Selasa (15/4).

Meski begitu, seperti dilansir Channel NewsAsia, Moeldoko menekankan kalau nama Usman-Harun akan tetap digunakan pada kedua kapal TNI. Keputusan itu, kata dia, telah dibuat sejak Desember 2012 dan sudah melalui proses panjang.

Usman-Harun adalah prajurit Korps Komando Angkatan Laut (Marinir) yang terlibat peledakan hotel McDonald di Singapura pada 1965. Ketika itu, Singapura masih menjadi bagian Malaysia.

Atas aksinya dalam misi Dwikora, Usman-Harun harus meregang nyawa lantaran digantung aparat setempat. Sebagai bentuk penghormatan, kedua prajurit itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, dan diberi gelar sebagai pahlawan nasional. Untuk mengapresiasi misi Usman-Harun, TNI AL mengabadikan nama keduanya ke dalam kapal perang.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile