Sabtu 19 Apr 2014 19:33 WIB

Pasca-Aksi Perusakan, 'Islamic Centre' Canberra Mulai Berbenah

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Warga lintas agama di sekitar Islamic Centre Canberra, bergotong royong membersihkan sisa perusakan yang terjadi akhir pekan lalu. Pusat kegiatan Islam yang terletak di Canberra bagian selatan ini dirusak Ahad (13/4) pekan lalu.

Perusakan akhir pekan kemarin adalah perusakan kedua dalam dua minggu terakhir. Polisi tengah menginvestigasi kejadian ini dan menduga, dua perusakan yang terjadi terhubung satu sama lain.

Presiden Islamic Centre Canberra, Azra Khan, mengatakan, banyak dari mereka yang ikut gotong royong tak percaya bahwa aksi perusakan tersebut terjadi di Canberra.

“Ketika mereka melihat sendiri untuk pertama kalinya, ada yang sampai menangis,” ceritanya, belum lama ini.

Azra mengutarakan, penyerangan minggu kemarin adalah bentuk kebencian.

“Ini kerjaan perusak, namun jika kita merefleksi, kejadian ini adalah bentuk terorisme dan saya pikir kita pantas berpikir demikian,” jelasnya.

Anggota Parlemen asal Canberra, Gai Brodtmann, mengatakan, warga Canberra sebenarnya tak punya toleransi atas kejadian seperti itu.

“Kami tak bisa menerimanya, tak ada tempat untuk aksi seperti itu di masyarakat, di komunitas kami, dan warga Canberra hari ini telah mengirim pesan penting atas kejadian ini,” ujarnya sungguh-sungguh.

Azra Khan menambahkan, serangan ini gagal karena komunitas Muslim di sana semakin dekat dan kompak serta telah memahami dukungan tulus yang diberikan warga lain di luar komunitas mereka.

Pusat kegiatan ini menampung berbagai aktivitas Muslim di Canberra, mulai dari mengadakan ibadah sholat jamaah, pendidikan Islam, kegiatan budaya dan halal bihalal di antara warga Muslim setempat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement